Langsung ke konten utama

Postingan

Komunikasi Produktif #Hari 12

Tema singkat malam ini adalah “me time”. Aku nodong suami dan minta doi yang jagain si kecil dari habis isya sampai aku nulis tantangan ini. Sebenernya sih kasian suami baru pulang jam 7 tadi, sama si bocil rewel pengen ngintil emaknya muluk. Kata pak suami sih karena giginya tumbuh lagi, jadi perasaannya ga enak dan kerjanya gigitin apa aja yang dia temuin.
“Bun, tether nya kemaren pada banyak kenapa ga dikasih?”
“Lha, papa inget kenapa ga langsung papah yang kasih?”
“Naroknya di mana?”
“Di tempat biasa lah…”
Memang kami sama-sama lelah, akan tetapi suamiku masih lebih bisa me-manage emosi dan rasa lelah, apalagi udah seharian ga main sama si kecil karena tiap senin harus ngantor. Seger dong ya harusnya ketemu baby yang aktif dan lucu.
Beda sama emaknya yang seharian membersamai, tentu ada perilaku yang bikin urat-urat menjadi tegang. Maka dari itu emak butuh yang namanya “me time” untuk sekedar melepas lelah.
“Kemana bun?”
“Me time dulu bentaran..”
“Ih, ntar dulu temenin Afif main juga nih, …
Postingan terbaru

Komunikasi Produktif #Hari 11

Seharian ini kita ngapain aja ya sekeluarga? Oh iya, hari minggu begini jadwal kita masak-masak bareng nih rencananya. Pagi-pagi udah ke pasar (ga pagi-pagi banget sih) tapi apa yang dibutuhkan di pasar masih pada ready kok. Beberapa hari lalu pernah beli ikan lele dan digoreng kering, serumah pada suka lah ya, termasuk si bocil. Akhirnya tadi saya beli lele lagi deh beserta berbagai macam sayuran dan kelengkapan dapur lainnya.

Seperti biasa ditemani suami dan anak. Sementara menunggu si bunda belanja, pak suami dan bocil keliling cari jajanan sambil beli gas ataupun beli refill aqua. Bolak balik beli ini itu berasa olahraga juga, lumayanlah nyari keringat.

Sesampainya di rumah udah jam 9, si bocil ga sabaran mau makan kerupuk Palembang (gemes kali ya si bocil liat krupuk kriwil-kriwil). Meremas-remas kerupuk sampai halus cukup membuatnya anteng dan bunda bisa beresin belanjaan, sementara pak suami menyiapkan air dan kemudian memandikan si bocil.

Setelah sarapan dan semua pekerjaan beres…

Komunikasi Produktif #Hari 10

Alhamdulillah hujan lebat dan kami sudah sampai rumah. Hari ini ada kopdar perdana Rumbel Al-qur'an IIP Batam di daerah Sukajadi. Sebelum zuhur kopdar sudah usai dan kami pulang menggunakan motor, namun belum jauh dari Kepri mall hujanpun turun. Kami berteduh dan menunggu hujan reda yang ternyata semakin deras dan awet. Lama menunggu akhirnya suami memesan Go car untuk ku dan Afif, sementara suamiku dengan motor dan jas hujan. Sesampainya di rumah kami membersihkan diri, sholat dan makan siang dan berniat untuk sejenak beristirahat. Akan tetapi Afif yang tadinya sempat tidur sebentar, rupanya masih ingin bermain, mengajakku keluar kamar dan bermain bola serta apa saja yang dapat menyenangkan hatinya. Afif tidak mau sendiri, setidaknya dia tahu bahwa ibundanya tidak tidur dan menemaninya bermain. Hampir 2 jam, akunpun mulai terasa mengantuk, begitu pula Afif. Namun hasrat bermain yang tinggi membuatnya seringkali memaksakan meski sudah teler sekali-kali. Sementara suamiku sudah samp…

Komunikasi Produktif #Hari 9

Saya tiba-tiba teringat akan kebiasaan yang beberapa hari ini, bahkan lebih seminggu sudah hilang. Biasanya sebelum tidur ataupun menunggu si kecil mencari posisi wenak untuk tidur alias PW, saya dan suami sering berbincang (pillow talk). Banyak sekali yang kami ceritakan. Tentang perkembangan anak kami, kejadian unik di suatu hari, ataupun menyelesaikan konflik yang kami hadapi.

Saya punya satu kebiasan dalam mengatasi konflik dengan suami. Tidak dapat dipungkiri toh, dalam rumah tangga pasti ada konflik, baik itu kecil atau besar. Jika ada hal yang membuat saya marah sekali pada suami, saya tidak terbiasa melepaskan amarah saya dengan blak-blakan, baik itu teriak, mengumpat, mencaci, dsb (semoga tidak pernah). Namun saya diam. Diam seribu bahasa sampai hati puas dan apa yang ada dalam pikiran saya itu, sampai kepadanya. Lalu dengan cara apa?

Saya melimpahkan kemarahan dan uneg-uneg itu sepuasnya dalam tulisan, kemudian saya kirim tulisan tersebut kepadanya. Segera dibaca, dan jika mem…

Melahirkan di Perantauan

Kehidupan setelah pernikahan itu kadang penuh misteri dan teka teki. Tidak selamanya pasangan bisa menentukan bagaimana dan di mana mereka akan tinggal nantinya. Seperti pengalaman kami. Awalnya, setelah menikah kami tinggal dan memulai kehidupan bersama di daerah Bogor, kemudian saya hamil dan kamipun harus lebih mempersiapkan diri.

Pada saat itu kami mulai merasakan bahwa tantangan datang silih berganti, jarak tempuh dari rumah ke kantor suami yang terasa semakin jauh, yaitu Bogor-Bintaro, kemacetan membuat waktu habis begitu saja, dan tuntutan pekerjaan semakin menekan serta masalah lain yang tidak dapat saya ceritakan. Stress perlahan mendekati, terlebih KPR yang sudah mulai terasa mencekik. Ya, tuntutan pekerjaan mulai menekan dan sindiran yang datang menciptakan suasana yang semakin tidak nyaman.

Menyadari hal itu, suamiku berinisiatif mencoba mengirimkan CV ke beberapa lowongan pekerjaan, Alhamdulillah semua menanggapi dan memberi pengharapan, dan Qadarullah ada satu perusahaan …

Komunikasi Produktif #Hari 8

Tidak terasa sudah hari ke 8. Terkadang di hati saya terbesit pertanyaan, apakah saya mengerjakan games ini benar-benar sebagai tantangan yang memicu peningkatan kualitas diri, ataukah hanya melepaskan tugas tantangan 10 hari semata? Ah, semoga tidak ya. Baiklah, saya akan ceritakan keseharian saya pada hari ini sesingkat biasanya.
Kegiatan hari ini tidak jauh berbeda dengan hari-hari sebelumnya, bahkan saya hampir lupa dengan tantangan games untuk hari ini, maksud saya lupa mempostingnya. He he.. Hari ini saya lebih banyak bermain gadget dan laptop sehingga melupakan beberapa tugas yang belum selesai dikerjakan. Afif pun hari ini sempat mengacaukan isi kedua laptop yang ada di rumah, hanya sedikit meleng dan ia bisa menemukan laptop tersebut dan memainkannya. sementara kedua laptop tersebut adalah milik kantor suami.
Saya sempat berfikir dan menyadari bahwa hari ini cukup kacau dan saya rasa suami akan menegur. dan benar saja, malam ini ketika akan menyiapkan makanan saya meminta suami…

Komunikasi Produktif #Hari 7

I am responsible for my communication result. Ya, kata-kata ini menguatkan saya untuk lebih berhati-hati dan lebih memperhatikan lagi setiap perkataan yang akan saya lontarkan, khususnya pada suami. Meskipun dalam berkomunikasi saya masih jauh dari keberhasilan yang diharapkan dan masih tergopoh-gopoh dalam memperbaikinya, namun saya masih terus berusaha melakukan yang terbaik, untuk hasil yang juga lebih baik, Insyaallah.. Hari ini saya mendapat materi yang sangat bagus melalui WAG Matrikulasi IIP Batam, yaitu tentang "Rumah Tangga Nabawi." Cerminan surga di dalam rumah tangga, dambaan setiap keluarga dan tidak terkecuali saya. Pernikahan yang dijalani setiap muslim merupakan misi surga, walau tertatih kita harus terus berusaha menempuhnya.  Pada saat makan siang, saya ceritakan gambaran materi tersebut pada suami dan memintanya untuk membaca materi itu, hanya saja belum sempat terlaksana karena si kecil sudah bangun dan tiada lelah dan henti mengajak orang tuanya bermain hing…