Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

6 Tips Pelepas Stres Tanpa Biaya

Reputasi stres sebagai penyebab hilangnya kebahagiaan, sampai penyebab penyakit, rasanya sudah sangat dikenal. Sayangnya tak banyak orang yang sadar bagaimana mengelola stres yang sulit dielakkan dari kehidupan.
Setiap orang memerlukan kegiatan rekreasi sebagai pelampiasan untuk mengendurkan ketegangan. Para ahli psikologi bahkan menegaskan bahwa rekreasi sangat penting untuk kesehatan jiwa karena tekanan hidup yang berat memerlukan penyaluran agar tidak menyebabkan frustasi.

10 Kebiasaan yang Dapat Merusak Otak

Berikut ini adalah kebiasaan-kebiasaan yang dapat merusak otak. Artikel ini saya dapat dari email seorang rekan di Riyadh, KSA yang berjudul “al-Aadaat allatii tudammirud Dimaagh” (Habits That Destroy The Brain). Dikarenakam isinya cukup menarik dan bermanfaat, maka saya sharing di sini. Semoga bisa bermanfaat...

Cinta Tumbuh di Otak, Bukan di Hati

Peneliti dari Syracuse University, Profesor Stephanie Ortigue, menemukan, ada 12 area di otak yang bekerja saat seseorang jatuh cinta. Kedua belas area itu menghasilkan bahan kimia, seperti dopamine, oxytocin, adrenalin, dan vasopression, yang berujung pada euforia. Rasa cinta juga memengaruhi fungsi psikologis, metafora, dan penilaian fisik. Jadi, cinta itu berasal dari hati atau otak? "Pertanyaan yang selalu sulit dijawab. Saya berpendapat, asalnya dari otak," kata Ortigue. "Contohnya, suatu proses di otak kita bisa menstimulasi hati. Beberapa perasaan dalam hati kita sebetulnya merupakan gejala atas proses yang terjadi di otak." Penelitian lain menunjukkan, peningkatan jumlah darah dalam faktor penumbuh untuk saraf yang memegang peranan penting dalam cara orang bersosialisasi. Hal ini menghadirkan fenomena yang disebut dengan "cinta pada pandangan pertama". Hal ini dikonfirmasi dengan temuan Ortigue yang menunjukkan bahwa cinta bisa hadir dalam waktu sep…

Reaksi Tubuh Saat Jatuh Cinta

Kompas.com Jatuh cinta berjuta rasanya. Kalimat tersebut tampaknya menggambarkan dengan tepat bagaimana perasaan seseorang ketika hati sedang dimabuk cinta. Para ilmuwan sejak lama sudah menaruh perhatian pada reaksi kimia tubuh ketika seseorang sedang jatuh cinta. Diketahui bahwa neurotransmiter tertentu di dalam otak, seperti dopamin, oksitosin, norepinephrin dan phenetylamine, menjadi aktif. Reaksi kimia tersebut sangat berpengaruh pada mood, membuat tubuh dalam kewaspadaan, serta membuat kita lebih mudah menjalin kedekatan emosi dengan orang lain. "Jatuh cinta memberi pengaruh tertentu pada otak seperti halnya saat mengonsumsi zat aditif. Bagian otak yang aktif adalah pusat ganjaran (reward center), seperti saat kita mengonsumsi narkoba," kata Ethlie Ann Vare, penulis buku Love Addict: Sex, Romance, and Other Dangerous Drugs. Berikut hal-hal yang terjadi pada tubuh ketika kita sedang menikmati indahnya jatuh cinta. ·Sulit tidur Sulit memejamkan mata di malam hari merupakan …

Kenapa Kita Harus Membela Palestina?

Palestina dan Mesir adalah dua Negara yang pertama kali mengakui kedaulatan Indonesia. Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini (mufti besar Palestina) secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia. Pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ mufti besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan 'pengakuan Jepang' atas kemerdekaan Indonesia. Tidak hanya itu, bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Soekarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI. Tersebutlah seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia, Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia ..”

Melawan Kesedihan dari Dalam Diri

Kesedihan dan depresi bukan cuma mencuri kebahagiaan hidup tapi juga menyebabkan tubuh mudah jatuh sakit. Jangan biarkan berlarut-larut, Anda bahkan bisa memberdayakan diri untuk bangkit dari depresi.
Neurotransmiter, termasuk endorfin, serotonin, dan dopamin, adalah pengirim pesan otak yang mengatur mood, konsentrasi, motivasi, dan emosi lainnya. Obat-obatan antidepresan biasanya bekerja untuk meningkatkan sirkulasi neurotransmiter ke area otak yang menyebabkan depresi.
Dengan memahami bagaimana kerja zat-zat kimia penyampai pesan otak tersebut kita bisa memanfaatkannya untuk melawan depresi. Bahkan tanpa obat.

Endorfin
Tubuh akan dibanjiri hormon ini setelah kita berolahraga atau berhubungan seksual. Tubuh memang mengeluarkan hormon ini saat kita berada dalam tekanan emosional atau fisik. Kita bisa meningkatkan produksi endorfin dengan berbagai cara, antara lain berolahraga aerobik intensitas sedang, tertawa lepas, serta mengasup cokelat.

Serotonin
Kerja neurotransmiter ini adalah …