Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2012

Sebelum Nikah, Siap-siap Dulu Yah…

Dalam tugas apa pun, persiapan yang baik dan matang menjadi kunci keberhasilan. Hal itu juga yang terjadi dengan pernikahan. “Persiapan” menjadi kata kunci agar nantinya pernikahan bisa dijalankan dengan baik. Apakah itu sebelum, ketika dan sesudah ijab kabul. Kira-kira apa saja sih yang harus dipersiapkan seorang calon suami dan istri? Yuk, kita tengok apa saja target persiapannya.

PERKEMBANGAN FISIK MASA DEWASA MADYA

Rentang usia dewasa madya atau yang disebut juga usia setengah baya pada umumnya berkisar antara usia 40 - 60 tahun, dimana pada usia ini ditandai dengan berbagai perubahan fisik maupun mental (Hurlock, 1980:320). Masa usia dewasa madya diartikan sebagai suatu masa menurunnya keterampilan fisik dan semakin besarnya tanggung jawab, suatu periode dimana orang menjadi sadar akan polaritas muda-tua dan semakin berkuranggya jumlah waktu yang tersisa dalam kehidupan, suatu masa ketika orang mencapai dan mempertahankan kepuasan dalam karier, dan suatu titik ketika individu berusaha meneruskan suatu yang berarti pada generasi berikutnya.

ASPEK-ASPEK PSIKOLOGIS YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERKEMBANGAN BERAGAMA

INTELIGENSI BERAGAMA Pengertian Inteligensi (kecerdasan) Kecerdasan dalam bahasa Arab disebut al-dzaka, arti secara bahasa ialah pemahaman, kecepatan dan kesempurnaan sesuatu, dalam arti kemampuan (al-qudhrah) dalam memahami sesuatu secara cepat dan sempurna. Crow and Crow : mengemukakan kecerdasan ialah kapasitas umum dari seorang individu yang dapat dilihat pada kesanggupan pikirannya dalam mengatasi tuntutan kebutuhan-kebutuhan baru, keadaan rohaniah secara umum dapat disesuaikan dengan problem-problem dan kondisi-kondisi yang baru di dalam kehidupan.

PERIODE DEWASA MADYA

Pengertian  Masa dewasa pertengahan (madya) atau yang disebut juga usia setengah baya dalam terminologi kronologis yaitupada umumnya berkisar antara usia 40 - 60 tahun, dimana pada usia ini ditandai dengan berbagai perubahan fisik maupun mental (Hurlock,1980:320).

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECEMASAN

Sumber kecemasan yang bersifat internal berasal dari dalam diri individu, tidak memiliki keyakinan akan kemampuan diri dapat menimbulkan kecemasan. Sedangkan sumber kecemasan yang bersifat eksternal berasal dari lingkungan. Perubahan yang terjadi pada lingkungan terjadi secara cepat dapat menimbulkan rasa ketidaknyamanan dalam diri individu, hal inilah yang dapat memicu timbulnya kecemasan.

SEJARAH ABNORMAL DAN PSIKOPATOLOGI

1.Demonology awal
Demonology merupakan doktrin bahwa wujud yang jahat, seperti setan, mungkin merasuki seseorang dan mengendalikan pikiran dan tubuh seseorang. Sejalan dengan kepercayaan sedemikian, penanganannya sering kali menccakup eksorsisme, yaitu pengusiran ruh jahat dengan mantra atau penyiksaan ritualistic. Eksorsisme umunya berbentuk serangkaian do’a yang rinci, menciptakan suara bising, memaksa orang yang kerasukan untuk emminum ramuan yang rasanya sangat tidak enak, dan kadangkala tindakna yang lebih ekstrim seperti pemukulan atau dibuat kelaparan, agar tubuh tidak mengenakkan untuk ditempati ruh jahat.

GANGGUAN SEKSUAL (SEXUALITY DISORDER)

1.GANGGUAN IDENTITAS GENDER (GIG)
Orang yang mengalami Gangguan Identitas Gender (GIG), disebut transeksualisme. Orang-orang yang mengalami gangguan ini biasanya sudah terlihat sejak awal masa kanak-kanak, yang di hubungkan dengan banyaknya prilaku lintas gender, seperti berpakaian seperti lawan jenisnya, bermain dengan lawan jenisnya dan melakukan permainan yang secara umum dianggap sebagai permainan lawan jenisnya.

SIAPAKAH ULAMA

Sudah amat jelas bahwa para ulama adalah pewaris para nabi dan para ulama adalah pengganti mereka. Cukup bagi kita keutamaan para ulama yang disebutkan oleh Allah Ta’ala, yaitu Allah menyatakan bahwa mereka bersama malaikat-Nya mengakui keesaan-Nya.

ORANG YANG PALING KUAT

Orang yang paling kuat ialah orang yang bisa mengendalikan amarahnya. Dalam sebuah riwayat, rasulullah SAW menyatakan:  “Orang yang paling kuat bukanlah orang yang menang bergulat, tetapi yang disebut paling kuat adalah orang yang bisa mengendalikan dirinya pada saat marah” (HR. Bukhari dan Muslim) Marah (ghadhab) merupakan fitrah yang telah diberikan Allah kepada setiap manusia. Setiap manusia pernah merasakan rasa amarah. Namun demikian, islam telah memerintahkan umatnya agar bisa menahanamarah. Allah SWT berfirman, artinya: “dan orang-orang yang bisa menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain.” (Ali Imron: 135)

CAHAYA ALLAH AKAN JAUH DARI PELAKU MAKSIAT

Sudah ma’ruf perkataan Imam Syafi’i di tengah-tengah kita mengenai jeleknya hafalan karena sebab maksiat. Tulisan ini sebagai ibrah bagi kita bahwa maksiat bisa mempengaruhi jeleknya hafalan dan mengganggu ibadah kita.  Imam Syafi’i rahimahullah pernah berkata,
شَكَوْت إلَى وَكِيعٍ سُوءَ حِفْظِي فَأَرْشَدَنِي إلَى تَرْكِ الْمَعَاصِي وَأَخْبَرَنِي بِأَنَّ الْعِلْمَ نُورٌ وَنُورُ اللَّهِ لَا يُهْدَى لِعَاصِي “Aku pernah mengadukan kepada Waki’ tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau menunjukiku untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwailmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.” (I’anatuth Tholibin, 2: 190).

IRI YANG DIPERBOLEHKAN

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.Iri, dengki atau hasad –istilah yang hampir sama- berarti menginginkan hilangnya nikmat dari orang lain. Asal sekedar benci orang lain mendapatkan nikmat itu sudah dinamakan hasad, itulah iri. Kata Ibnu Taimiyah, “Hasad adalah sekedar benci dan tidak suka terhadap kebaikan yang ada pada orang lain yang ia lihat.” Hasad seperti inilah yang tercela. Adapun ingin agar semisal dengan orang lain, namun tidak menginginkan nikmat orang lain hilang, maka ini tidak mengapa. Hasad model kedua ini disebut oleh para ulama dengan ghibthoh. Yang tercela adalah hasad model pertama tadi. Bagaimanakah bentuk ghibtoh atau iri yang dibolehkan? Simak dalam tulisan sederhana berikut ini.

EMPAT GOLONGAN MANUSIA

Menurut penjelasan Imam Al-Ghazali, manusia terbagi menjadi 4 golongan.
    1.Rojulun Yadri wa Yadri Annahu Yadri (Seseorang yang Tahu dan dia Tahu kalau dirinya Tahu) Orang ini bisa disebut 'Alim = Mengetahui. Terhadap orang ini, yang harus kita lakukan adalah Mengikutinya. Apalagi kalau kita masih termasuk dalam golongan orang yang awam yang masih butuh banyak diajari maka sudah seharusnya kita mencari orang yang seperti ini, duduk bersama dengannya akan menjadi pengobat hati.

TINGKATAN MANUSIA DI DALAM SHALAT

Pertama; yaitu orang yang melakukan perbuatan zalim terhadap dirinya, atau orang yang lalai. Orang yang tidak memperhatikan masalah wudhunya, lalai dari waktu yang ditetapkan, maupun aturan-aturan dan rukun-rukunnya.

Kedua; yaitu orang-orang yang menjaga batasan-batasanwaktunya serta rukun-rukunnya yang Nampak dan memperhatikan masalah wudhu. Namun, manusia yang berada dalam golongan ini tidak bersungguh-sungguh dalam melawan bisikan-bisikan dan godaan setan di dalam shalat. Manusia di dalam golongan ini juga sering tidak berkonsentrasi karena rasa was-was dan pikiran-pikiran kacau lainnya.

TINGKATAN JIHAD FI SABILILLAH

Jihad mempunyai empat tingkatan sebagai berikut
1.Jihad melawan hawa nafsu. Jihad ini memiliki empat tingkatan. Pertama; bersungguh-sungguh untuk mencari petunjuk (ilmu) Kedua; bersungguh-sungguh mengamalkan ilmu tersebut setelah mendapatkannya. Ketiga; bersungguh-sungguh mendakwahkannya, jika tidak mendakwahkannya maka termasuk dari golongan orang-ornag yang menyembunyikan ilmu. Keempat; sabar dalam menghadapi kesusahan-kesusahan berdakwah, seseorang bersabar dalam menghadapi semua itu hanya demi mengharap ridho Allah SWT

ILMU SEHARUSNYA DIINGINKAN

Adalah di sebuah mesjid yang tiap minggunya diadakan kajian dan setiap hari ba'da shalat fardhu ada ceramah singkat dari imam mesjid. Kegiatan keilmuan di sana benar-benar terasa hidup. Setiap waktu mesjid itu selalu ramai dan terkadang tak hanya oleh masyarakat setempat, tapi jamaah dari luar daerah pun banyak berdatangan untuk mendengarkan kajian-kajian keilmuan di mesjid itu.

Mengapa Yahudi Pintar

Ternyata sunah - sunah rasul yang diajarkan kepada kita, bukan kita yang melakukannya, bahkan org" yahudi pun melakukanya.
Artikel Dr. Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship di beberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"
Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri? Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Ph.D-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

KEWAJIBAN SEORANG MUJAHID

Hasan Al-Bana berkata, Imanmu pada bai’at ini menharuskanmu menunaikan kewajiban-kewajiban sebagai berikut, sehingga engkau menjadi batu bata yang kuat bagi bangunan,” Hendaklah engkau… Memiliki wirid harian dari kitabullah tidak kurang dari 1 juz. Usahakan untuk mengkhatamkan al-qur`an dalam waktu tidak lebih dari satu bulan dan tidak kurang dari tiga hari.Membaca al-quran dgn baik, perhatian dan menerungkan artinya.Banyak membaca hadits rasulullah minimal 40 hadits arbain, mengkaji risalah, pokok aqidah.Segera melakukan general check up secara berkala atau berobat, begitu sakit terasa mengenaimu.Menjauhi mengkonsumsi kopi, teh,minuman perangsang dan menghindari rokok.

NEUROSAINS KOGNITIF

Neurosains kognitif adalah study ilmiah yang mempelajari hubungan antara psikologi kognitif dan neurosains, yang berguna untuk menemukan bukti-bukti fisik yang mampu menunjang karakteristik teoritis pikiran dan untuk menemukan hubungan antara pathologi otak dan perilaku. SISTEM SYARAF PUSAT Merupakan area sistem syaraf yang terdiri dari otak dan syaraf tulang belakang Otak : merupakan CNS (central nervous system) yang berfungsi untuk menerima, memproses, menginterpretasikan, dan menyimpan informasi sensoris yang datang. Ex :rasa, suara, bau, warna, tekanan pada kulit, dll.Saraf tulang belakang : kumpulan neuron dan jaringan pendukung yang dimulai dari dasar otak sebagai perpanjangan otak yang menjulur di sepanjang punggung bagian tengah dan dilindungi oleh tulang belakang.

Esensi Manusia Dalam Aliran Filsafat

Manusia mempunyai pengetahuan, binatang mempunyai pengetahuan, malaikat juga mempunyai pengetahuan. Lalu, apa yang membedakan manusia, dengan yang lainnya? Yaitu kalau pengetahuan selain manusia bersifat ‘statis’, sedangkan manusia bersifat ‘dinamis’, terus berkembnag dari zaman ke zaman, karena manusia mempunyai kemampuan mencerna pengalaman, memecahkan masalah yang klompleks. Kemampuan-kemampuan tersebut ada krena manusia dibekali oleh Tuhan akal atau rasio untuk berfikir, sedangkan makhluk lainnya tidak. Berpikir adalah ciri khas manusia. Sedangkan makhluk lainnya tidak. Kemampuan inilah yang membedakannya dengan makhluk lain. Selain ciri utama sebagai makhluk berfikir, (kognisi), manusia juga masih mempunyai potensi lain, yaitu perasaan (afeksi), kehendak (konasi), dan tindakan (aksi); atau sering disebut dengan daya cipta, rasa, karsa, dan karya.

JANGAN TERTIPU DENGAN PUJIAN ORANG LAIN

Ibnu ‘Ajibah mengatakan, “Janganlah engkau tertipu dengan pujian orang lain yang menghampirimu. Sesungguhnya mereka yang memuji tidaklah mengetahui dirimu sendiri kecuali yang nampak saja bagi mereka. Sedangkan engkau sendiri yang mengetahui isi hatimu. Ada ulama yang mengatakan, “Barangsiapa yang begitu girang dengan pujian manusia, syaithon pun akan merasuk dalam hatinya. Lihatlah apa yang dilakukan oleh Abu Bakr Ash Shidiq tatkala beliau dipuji oleh orang lain. Beliau–radhiyallahu ‘anhu- pun berdo’a,
اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ
[Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah meny…