Langsung ke konten utama

KEWAJIBAN SEORANG MUJAHID

Hasan Al-Bana berkata, Imanmu pada bai’at ini menharuskanmu menunaikan kewajiban-kewajiban sebagai berikut, sehingga engkau menjadi batu bata yang kuat bagi bangunan,”
Hendaklah engkau…
  • Memiliki wirid harian dari kitabullah tidak kurang dari 1 juz. Usahakan untuk mengkhatamkan al-qur`an dalam waktu tidak lebih dari satu bulan dan tidak kurang dari tiga hari.
  • Membaca al-quran dgn baik, perhatian dan menerungkan artinya.
  • Banyak membaca hadits rasulullah minimal 40 hadits arbain, mengkaji risalah, pokok aqidah.
  • Segera melakukan general check up secara berkala atau berobat, begitu sakit terasa mengenaimu.
  • Menjauhi mengkonsumsi kopi, teh,  minuman perangsang dan menghindari rokok.
  • Memperhatikan urusan kebersihan terutama tempat tinggal, makanan dan minuman, badan dan tempat kerja.
  • Jujur dalam berkata kata.
  • Menepati janji, jangan mengingkari bagaimana pun kondisinya harus engkau hadapi.
  • Menjadi seorang yang pemberani dan tahan uji. Keberanian yang utama adalah terus terang dalam mengatakan kebenaran, ketahanan menyimpan rahasia, berani mengakui kesalahan dan adil terhadap diri sendiri dan menguasainya dalam keadaan marah sekalipun.
  • Selalu bersifat tenang dan terkesan serius. Namun jangan keseriusan itu menhalangimu dari canda yang benar, senyum dan tawa.
  • Memiliki rasa malu yang kuat, berperasaan sensitive dan peka pada kebaikan dan keburukan.
  • Bersikap adil dan benar dalam memutuskan suatu perkara pada setiap situasi.
  • Menjadi pekerja keras dan terlatih dalam aktifitas social.
  • Berhati bersih, darmawan, toleran, pemaaf, lemah lembut kepada manusia maupun binatang berprilaku baik dalam hubungan dengan semua orang, menjaga etika social islam, sayang pada yang kecil dan hormat pada yang besar.
  • Pandai membaca dan menulis, memperbanyak muthala’ah  terhadap risalah ikhwan, koran dan majalah. Hendaklah engkau membangun perpustakaan khusus seberapapun ukurannya, kosentrasilah pada sfesifik keahlian kuasailah  persoalan islam secara umum.
  • Memiliki proyek usaha ekonomi secara mandiri.
  • Jangan berharap untuk menjadi pegawai negeri. Jadikan itu  sesempit-sempit pintu rezeqi, namun jangan pula ditolak jika diberi peluang, jangan dilepas kecuali bertentangan dengan tugas dakwah.
  • Tunaikan tugasmu ( bagaimana kecermatannya dan kwalitasnya ) jangan menipu dan tepatilah kesepakatan.
  • Penuhi hakmu dengan baik penuhi hak orang lain dengan sempurna tanpa dikurangi dan dilebihkan, jangan menunda-nunda pekerjaan.
  • Jauhi diri dari khamar dan judi dan mata pencaharian yang haram atau undian sosial.
  • Jauhi diri dari riba.
  • Memelihara kekayaan umat islam secara umum dengan mendorong berkesinambungnya pabrik dan proyek-proyek ekonomi umat islam.
  • Memiliki kontribusi financial dalam dakwah, tunaikan kewajiban zakat.
  • Menyimpan sebagian dari penghasilanmu untuk persediaan masa-masa sulit betapapun sedikit dan jangan menyusahkan dirimu untuk mengejar kesempurnaan.
  • Bekerja semampumu untuk menghidupkan tradisi islam dan mematikan tradisi asing. Misalnya ucapan salam, bahasa, perabot rt, cara kerja, cara makan dan minum.
  • Memboikot peradilan setempat dan seluruh peradilan yang tidak islami, penerbit, organisasi, sekolah, segenap institusi yang tidak mendukung fikrahmu.
  • Senantiasa merasa diawasi allah swt, mengingat akhirat dan bersiap-siap untuk menjemputnya, mengambil jalan pintas untuk menuju ridho allah swt dengan tekad yang kuat dan mendekatkan diri kepadanya dengan ibadah sunnah, seperti sholat malam, puasa, dzikir.
  • Bersuci dengan baik dan usahakanlah agar senantiasa dalam keadaan wudhu`.
  • Melakukan sholat dengan baik dan senantiasa tepat waktu dalam menunaikannya usahakan berjama`ah.
  • Puasa ramadhan dan berhaji dengan baik jika mampu.
  • Senantiasa menyertai dirimu dengan niat berjihad dan cinta mati syahid.
  • Perbaharui taubat dan istighfar.
  • Berjuang meningkatkan kemampuanmu dengan sungguh-sungguh agar engkau dengan menerima tongkat kepemimpinan. Tundukkan pandanganmu menekan emosimu dan memotong habis selera-selera rendah dari jiwa-jiwamu.
  • Jauhkan diri dari khamar.
  • Jauhkan diri dari pergaulan dengan orang jahat dan persahabatan dengan orang yang rusak serta jauhi tempat maksiat.
  • Perangi tempat-tempat iseng, jauhi gaya hidup mewah dan bersantai-santai.
  • Mengetahui anggota katibahmu (kelompok) satu persatu dengan pengetahuan yang lengkap dan memperkenalkan dirimu dengan mereka selengkap-lengkapnya. Tunaikan hak-hak ukhuwwah, kasih sayang peghargaan, pertolongan.
  • Hindari hubungan organisasi / jama`ah apapun jika tidak membawa mashlahat bagi fikrahmu.
  • Menyebarkan dakwahmu dimanapun engkau berada, dan memberikan informasi kepada pemimpin tentang segala kondisi yang melingkupimu.
  • Senantiasa menjaga hubungan, baik secara ruhani maupun `amali ( jasmani ) dengan jama`ah dan menempatkan dirimu sebagai tentara yang berada ditengah-tengah sambil menanti instruksi komandan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERKEMBANGAN FISIK MASA DEWASA MADYA

Rentang usia dewasa madya atau yang disebut juga usia setengah baya pada umumnya berkisar antara usia 40 - 60 tahun, dimana pada usia ini ditandai dengan berbagai perubahan fisik maupun mental (Hurlock, 1980:320). Masa usia dewasa madya diartikan sebagai suatu masa menurunnya keterampilan fisik dan semakin besarnya tanggung jawab, suatu periode dimana orang menjadi sadar akan polaritas muda-tua dan semakin berkuranggya jumlah waktu yang tersisa dalam kehidupan, suatu masa ketika orang mencapai dan mempertahankan kepuasan dalam karier, dan suatu titik ketika individu berusaha meneruskan suatu yang berarti pada generasi berikutnya.

GANGGUAN TIC

A.Pengertian
Tic adalah suatu gerakan motorik (yang lazimnya mencakup suatu kelompok otot khas tertentu) yang tidak di bawah pengendalian, berlangsung cepat, dan berulang-ulang, tidak berirama, ataupun suatu hasil vocal yang timbul mendadakdan tidak memiliki tujuan yang nyata. Tic terbagi menjadi tic motorik dan tic vocal. Tic jenis motorik dan jenis vocal mungkin dapat dibagi dalam golongan yang sederhana dan yang kompleks, sekalipun penggarisan batasannya kurang jelas. Tic seringkali terjadi sebagai fenomena tunggal namun tidak jarang disertai variasi gangguan emosional yang luas, khususnya, fenmena obsesi dan hipokondrik. Namun ada pula beberapa hambatan perkembangan khas disertai “tic”. Tiidak terdapat garis pemisahyang jellas antara gangguan “Tic” dengan berbagai gangguan emosional dan gangguan emosional disertai “tic”. Diagnosisnya mencerminkan gangguan utamanya.
B.Kriteria menurut DSM IV TR ·Baik beberapa motor dan satu atau lebih vokal tics telah hadir di beberapa waktu selama sak…

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECEMASAN

Sumber kecemasan yang bersifat internal berasal dari dalam diri individu, tidak memiliki keyakinan akan kemampuan diri dapat menimbulkan kecemasan. Sedangkan sumber kecemasan yang bersifat eksternal berasal dari lingkungan. Perubahan yang terjadi pada lingkungan terjadi secara cepat dapat menimbulkan rasa ketidaknyamanan dalam diri individu, hal inilah yang dapat memicu timbulnya kecemasan.