Langsung ke konten utama

NEUROSAINS KOGNITIF

Neurosains kognitif adalah study ilmiah yang mempelajari hubungan antara psikologi kognitif dan neurosains, yang berguna untuk menemukan bukti-bukti fisik yang mampu menunjang karakteristik teoritis pikiran dan untuk menemukan hubungan antara pathologi otak dan perilaku.
SISTEM SYARAF PUSAT
Merupakan area sistem syaraf yang terdiri dari otak dan syaraf tulang belakang
  • Otak : merupakan CNS (central nervous system) yang berfungsi untuk menerima, memproses, menginterpretasikan, dan menyimpan informasi sensoris yang datang. Ex :rasa, suara, bau, warna, tekanan pada kulit, dll.
  • Saraf tulang belakang : kumpulan neuron dan jaringan pendukung yang dimulai dari dasar otak sebagai perpanjangan otak yang menjulur di sepanjang punggung bagian tengah dan dilindungi oleh tulang belakang.
NEURON
Neuron adalah unsur dasar pembentuk CNS (Central Nervous System), yakni sel khusus yang mengirimkan informasi sepanjang sistem syaraf, berjumlah sangat padat. Otak manusia tersusun dari massa neuron yang sangat padat, berfungsi menerima & mengirimkan impuls neural ke ribuan neuron lain.
Jenis-jenis Neuron
Neuron memiliki ukuran dan bentuk yang berlainan tergantung dari lokasi dan fungsinya. Di antarannya: Syaraf tulang belakang, Talamus, Serebelum, dan Korteks. Bagian utama dalam neuron :
  • Dendrit : yang menerima impuls neural dari neuron lain, dendrit berbentuk seperti pohon (arborized), lengkap dengan cabang dan ranting.
  • Tubuh sel : yang bertanggung jawab menjaga kondisi dasar neuron. Tubuh sel (menerima) nutrisi dan melenyapkan limbah organik dan menyerang limbah tersebut melalui dinding sel yang permeabel
  • Akson : serabut perluasan yang membawa dan menghantarkan impuls dari tubuh sel ke neuron lain.
  • Terminal prasinaptik : terminal-terminal tempat berakhirnya akson terletak dekat permukaan dendrit pada neuron lain (yang bersifat reseptif) meskipun tidak berhubungna langusng, terminal prasinaptik dan dendrit bersama-sama membentuk sinapsis.
Sinapsis memiliki tugas penting yaitu berperan menukarkan informasi kimia yang disebut neurotransmitter dari satu neuron ke neuron lain. Muatan listrik mengalir sepanjang akson, dan ketika muatan listrik mencapai dendrit, neurotransmitter dilepaskan. Neorutransmitter kimiawi ini mengubah polaritas / potensi elektrik pada dendrit penerima.
Neurotransmitter adalah pesan kimiawi yang diaktifkan yang memiliki efek inhibitoris dan efek eksitetoris. Dan terdapat senyawa-senyawa lain disebut acetylcholine.Kesepatan perjalanan impuls pada akson bergantung pada panjang akson tersebut.
ANATOMI OTAK
Otak merupakan suatu massa yang lunak, terbagi manjadi 2 belahan penlekukan-lekukan yang tidak didapati struktur keras pada otak tersebut dan uh hanya sedikit bagian yang bisa diidentifikasi. Otak manusa terbagi dua struktur sejenis yakni hemisfer sereberal kiri dan kanan, diselubungi oleh lapisan korteks sereberal (sejenis material tipis dan basah) berwarna abu-abu dan basah yang dipadati  oleh tubuh-tubuh sel neuron dan akson-akson pendek yang tidak berselubung myelin, dengan ketebalan ± ¼ inch.
Korteks serebral diasumsikan menjadi pusat proses berfikir dan kognisi, menjalankan tugas yang juga diasumsi sebagai fungsi otak (seperti berfikir), meski kenyataannya proses kognitif tersebut jika melbatkan banyak area di otak manusia.
Lobus-lobus di Korteks Sereberal
Meskipun lobus diasosiasikan dengan fungsi-fungsi tertentu, para ahli meyakini bahwa sebagian fungsi terdistribusi di seluruh otak.
  • Lobus Frontal : terlibat dalam pengendalian impuls, pertimbangan (judement), pemecahan masalah & pelaksanaan perilaku, dan pengorganisasian yang kompleks.
  • Lobus Temporal : memproses sinyal-sinyal auditori tingkat tinggi (bicara), pengenalan wajah.
  • Lobus Parietal : mengintegrasikan informasi sensoris dari pancaindra, pemanipulasian objek, pemrosesan visual-spasial.
  • Lobus Oksipital : terlibat dalam pemrosesan visual, yakni menerima informasi visual dar retina memproses informasi tersebut dan mengirimkannya ke area-area yang relevan. Lobus oksipital disebut juga korteks striat.
Area-area Sensori-Motor
Disimpulkan bahwa informasi sensorik dari tulang belakang (yang dikirimkan saat anda menentuh suatu objek) memasuki tubuh bagian kiri, dan berpindah ke tubuh bagian kanan, dan diproses terlebih dahulu oleh hemisfer bagian kanan. Area-area motorik di setipa hemisfer mngendalikan pergerakan sisi tubuh yang berlawanan (hemisfer kiri mengendalikan tubuh bagian kanan dan sebaliknya.
Menemukan Fungsi Kortikal (Korteks)
Berbagai cara telah dilakukan olah para ahli terdahulu yang menyadari adnanya hubungan antara kognisi dan otak sebagai usaha dalam menemukan fungsi kortikal pada otak manusia. Banyak cara yang ditempuh, di antaranya : Frenologi, Psychosurgery, Lobotomi, Teori medan agregat. Meskipun di antara metode-metode tersebut ada yang rubtuh dan dianggap sebagai pseudosains. Para ahli terus melakukan berbagai eksperimen. Hingga didapat beberapa contoh hasil penelitian eksperiemn dan klinis terhadap struktur dan proses-proses di otak.
  • Sebagian besar fungsi mental terlokalisasi di region  khusus dan gabungn beberapa region di otak ex : region motorik dan terminal-terminal sensoris, meski pemrosesan lebih lanjut terjadi di daerah-daerah lain.
  • Sebagian besar fungsi mental (kognisi)  melibatkan sebuah area yang bebeda di korteks serebral. Biasanya bersifafat redundant (berlebuhan), artinya pendistribusian diproses secara paralel ke berbagai lokasi.
  • Kerusakan tidak selalu menyebabkan penurunan kinerja kognitif.
Disiplin ilmu yang bertugas membongkar ulang otak, membedah arsitektur komputasinya menjadi unit-unit pemrosesan informasi yang terisolasi dan kemudian menentukan bagaimana unit-unit tersebut bekerja secara komputasi maupun fisik (cosmides tooby). Meskipun demikian neurosains kognitif lahir dengan kontribusi-kontribusi dari penelitian awal tentang lobotomi, frenologi, dan lokalisasi fungsi sebagai pendahulu neuronsains kognitif modern.
  • Kebutuhan untuk menemukan bukti-bukti fisik yang mendukung struktur pikiran (yang bersifat teoritif).
  • Kebutuhna ilmuan neurosains untuk menghubungkan temuan-temuan merekan denga model-model fungsi otak dan kognisi yang lebih komprehensif.
  • Sasaran klinis untuk menemukan korelasi antara pathology otak dan prilaku (simtom)
  • Meningkatnya keterlibatan fungsi-fungsi neurologis dalam model-model yang menggabarkan kinerja pikiran.
  • Upaya para ahli komputer untuk membuat stimulasi kognisi manusia dengan mengembangkan piranti lunak yang mampu berprilaku seperti otak manusia.
  • Berkembangnya teknik-teknik yang memungkinkan para ilmuan untuk mengintip kedalam otak manusia dan menguhngkap struktur-struktur dan proses yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Peralatan yang digunakan para ilmuan neurosains
  • EEG (Electroence-phalogram)  
  • CT (Computed Axial Tomography)
  • PET (Position Emission Tomography)
  • MRI (Magnetic Resonance Imaging)
  • fMRI (Fungsional Magnetic Resonance Imaging)
  • MEG (Magnetoence-phalography)
  • TMS (Transcranial Magnetic Stimulation)
  • Micro CT (X-ray Micro Tomography)

    Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    PERKEMBANGAN FISIK MASA DEWASA MADYA

    Rentang usia dewasa madya atau yang disebut juga usia setengah baya pada umumnya berkisar antara usia 40 - 60 tahun, dimana pada usia ini ditandai dengan berbagai perubahan fisik maupun mental (Hurlock, 1980:320). Masa usia dewasa madya diartikan sebagai suatu masa menurunnya keterampilan fisik dan semakin besarnya tanggung jawab, suatu periode dimana orang menjadi sadar akan polaritas muda-tua dan semakin berkuranggya jumlah waktu yang tersisa dalam kehidupan, suatu masa ketika orang mencapai dan mempertahankan kepuasan dalam karier, dan suatu titik ketika individu berusaha meneruskan suatu yang berarti pada generasi berikutnya.

    GANGGUAN TIC

    A.Pengertian
    Tic adalah suatu gerakan motorik (yang lazimnya mencakup suatu kelompok otot khas tertentu) yang tidak di bawah pengendalian, berlangsung cepat, dan berulang-ulang, tidak berirama, ataupun suatu hasil vocal yang timbul mendadakdan tidak memiliki tujuan yang nyata. Tic terbagi menjadi tic motorik dan tic vocal. Tic jenis motorik dan jenis vocal mungkin dapat dibagi dalam golongan yang sederhana dan yang kompleks, sekalipun penggarisan batasannya kurang jelas. Tic seringkali terjadi sebagai fenomena tunggal namun tidak jarang disertai variasi gangguan emosional yang luas, khususnya, fenmena obsesi dan hipokondrik. Namun ada pula beberapa hambatan perkembangan khas disertai “tic”. Tiidak terdapat garis pemisahyang jellas antara gangguan “Tic” dengan berbagai gangguan emosional dan gangguan emosional disertai “tic”. Diagnosisnya mencerminkan gangguan utamanya.
    B.Kriteria menurut DSM IV TR ·Baik beberapa motor dan satu atau lebih vokal tics telah hadir di beberapa waktu selama sak…

    FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECEMASAN

    Sumber kecemasan yang bersifat internal berasal dari dalam diri individu, tidak memiliki keyakinan akan kemampuan diri dapat menimbulkan kecemasan. Sedangkan sumber kecemasan yang bersifat eksternal berasal dari lingkungan. Perubahan yang terjadi pada lingkungan terjadi secara cepat dapat menimbulkan rasa ketidaknyamanan dalam diri individu, hal inilah yang dapat memicu timbulnya kecemasan.