Langsung ke konten utama

TUNTUNAN ISLAM MENANGGULANGI STRESS & KETAKUTAN

  1. Menyeimbangkan diri dengan iman dibarengi dengan perbuatan yang saleh
  2. Melihat apa yang didapat seorang muslim ketika ia dilanda oleh kecemasan dan stress dalam hidupnya : seperti ampunan atas dosa, kebersihan hati, dan statusnya terangkat.
  3. Memahami realitas dunia ini
  4. Mengikuti contoh dari Nabi dan orang sholeh
  5. Menjadikan hari akhirat sebagai pusat kegelisahan
  6. Pengobatan yang efektif: mengingat mati
  7. Berdu’a kepada Allah
  8. Mebaca Shalawat atas Nabi
  9. Tawakal Kepada Allah
  10. Cara lain untuk menghilangkan Kecemasan & Stress adalah konsentrasi terhadap pekerjaaan yang sedang dihadapi: tidak memikirkan apa yang belum terjadi dan hanyut dengan kesedihan yang telah lewat.
  11. Cara yang efektif untuk mencari ketenangan adalah dengan memperbanyak dzikir
  12. Minta pertolongan dengan shalat
  13. Cara lain untuk menghilangkan kecemasan adalah jihad di jalan Allah .
  14. Menyebut-nyebut ni’mat Allah (tahadus bi ni’mah) baik yang nampak maupun yang tak nampak.
  15. Menyibukkan diri dengan mengajar atau belajar
  16. Melihat sisi positif dari suatu kejadian dan tidak hanya melihat sisi buruknya saja.
  17. Memahami nilai hakiki dari kehidupan dan meyadarinya bahwa kehidupan sangatlah singkat, maka sia-sialah jika waktu hanya dihabiskan oleh kesedihan yang berlarut-larut.
  18. Tidak menumpuk pekerjaan .
  19. Selalu waspada dan siap siaga
  20. Sering berkonsultasi
  21. Penderita Stress dan kecemasan harus mengetahui bahwa setelah kesulitan pasti ada jalan keluar.
  22. Makanan dapat mengobati stress


Menanggulangi Stress & Kesedihan Menurut Immam Ibn Al-Qayyim

Menyertai pembahasan kita tentang cara menanggulangi stress, kita lihat apa yang ditulis Imam Ibn al-Qayyim berkenaan dengan pengaggulangan stress. Dia menulis 15 (lima belas) cara untuk menghilangkan stress:


  1. Tauhid Rububiyah ( Pengakuan hanya Allah sajalah yang memelihara seluruh makhluk)
  2. Tauhid Uluhiyah ( Hanya beribadah (bertuhan) kepada Allah)
  3. Tauhid Keyakinan (bahwa Allah Esa itu memiliki sejumlah Nama dan Sifat).
  4. Mengakui bahwa Allah tidak akan mengazab atau mendzalimi hambanya.
  5. Mengakui bahwa dirinya banyak melakukan kesalahan (dzalim).
  6. Tawasul atau menjadikan sebutan yang paling disukai Allah untuk diriNya, sebagai sesuatu yang dilalui dalam rangka memohon pertolongannya.Seperti sebutan al-hayu al- Qayuum.
  7. Monon pertolongan kepada Allah.
  8. Berharap hanya kepada Allah
  9. Tawakal kepada Allah dengan sepenuh hati, berserah diri dan mengakui bahwa semua yang ada di dunia ini adalah dalam kekuasaaNya. Ia mengatur semua hukumNya dan Maha adil dalam berbagai keputusannya.
  10. Membaca al-Qur’an dan memahami maknanya. Dengan harapan dapat mengobati
  11. penderitaannya dan menghilangkan kesedihannya.
  12. Mohon ampunan dari Allah (istighfaar)
  13. Bertobat
  14. Berjihad
  15. Shalat
Mengakui hanya Allahlah sumber segala kekuatan, bahwa hamba tidaklah memiliki kekuatan apa-apa kecuali atas pertolongan Allah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERKEMBANGAN FISIK MASA DEWASA MADYA

Rentang usia dewasa madya atau yang disebut juga usia setengah baya pada umumnya berkisar antara usia 40 - 60 tahun, dimana pada usia ini ditandai dengan berbagai perubahan fisik maupun mental (Hurlock, 1980:320). Masa usia dewasa madya diartikan sebagai suatu masa menurunnya keterampilan fisik dan semakin besarnya tanggung jawab, suatu periode dimana orang menjadi sadar akan polaritas muda-tua dan semakin berkuranggya jumlah waktu yang tersisa dalam kehidupan, suatu masa ketika orang mencapai dan mempertahankan kepuasan dalam karier, dan suatu titik ketika individu berusaha meneruskan suatu yang berarti pada generasi berikutnya.

GANGGUAN TIC

A.Pengertian
Tic adalah suatu gerakan motorik (yang lazimnya mencakup suatu kelompok otot khas tertentu) yang tidak di bawah pengendalian, berlangsung cepat, dan berulang-ulang, tidak berirama, ataupun suatu hasil vocal yang timbul mendadakdan tidak memiliki tujuan yang nyata. Tic terbagi menjadi tic motorik dan tic vocal. Tic jenis motorik dan jenis vocal mungkin dapat dibagi dalam golongan yang sederhana dan yang kompleks, sekalipun penggarisan batasannya kurang jelas. Tic seringkali terjadi sebagai fenomena tunggal namun tidak jarang disertai variasi gangguan emosional yang luas, khususnya, fenmena obsesi dan hipokondrik. Namun ada pula beberapa hambatan perkembangan khas disertai “tic”. Tiidak terdapat garis pemisahyang jellas antara gangguan “Tic” dengan berbagai gangguan emosional dan gangguan emosional disertai “tic”. Diagnosisnya mencerminkan gangguan utamanya.
B.Kriteria menurut DSM IV TR ·Baik beberapa motor dan satu atau lebih vokal tics telah hadir di beberapa waktu selama sak…

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECEMASAN

Sumber kecemasan yang bersifat internal berasal dari dalam diri individu, tidak memiliki keyakinan akan kemampuan diri dapat menimbulkan kecemasan. Sedangkan sumber kecemasan yang bersifat eksternal berasal dari lingkungan. Perubahan yang terjadi pada lingkungan terjadi secara cepat dapat menimbulkan rasa ketidaknyamanan dalam diri individu, hal inilah yang dapat memicu timbulnya kecemasan.