Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Komunikasi Produktif #Hari 12

Tema singkat malam ini adalah “me time”. Aku nodong suami dan minta doi yang jagain si kecil dari habis isya sampai aku nulis tantangan ini. Sebenernya sih kasian suami baru pulang jam 7 tadi, sama si bocil rewel pengen ngintil emaknya muluk. Kata pak suami sih karena giginya tumbuh lagi, jadi perasaannya ga enak dan kerjanya gigitin apa aja yang dia temuin.
“Bun, tether nya kemaren pada banyak kenapa ga dikasih?”
“Lha, papa inget kenapa ga langsung papah yang kasih?”
“Naroknya di mana?”
“Di tempat biasa lah…”
Memang kami sama-sama lelah, akan tetapi suamiku masih lebih bisa me-manage emosi dan rasa lelah, apalagi udah seharian ga main sama si kecil karena tiap senin harus ngantor. Seger dong ya harusnya ketemu baby yang aktif dan lucu.
Beda sama emaknya yang seharian membersamai, tentu ada perilaku yang bikin urat-urat menjadi tegang. Maka dari itu emak butuh yang namanya “me time” untuk sekedar melepas lelah.
“Kemana bun?”
“Me time dulu bentaran..”
“Ih, ntar dulu temenin Afif main juga nih, …

Komunikasi Produktif #Hari 11

Seharian ini kita ngapain aja ya sekeluarga? Oh iya, hari minggu begini jadwal kita masak-masak bareng nih rencananya. Pagi-pagi udah ke pasar (ga pagi-pagi banget sih) tapi apa yang dibutuhkan di pasar masih pada ready kok. Beberapa hari lalu pernah beli ikan lele dan digoreng kering, serumah pada suka lah ya, termasuk si bocil. Akhirnya tadi saya beli lele lagi deh beserta berbagai macam sayuran dan kelengkapan dapur lainnya.

Seperti biasa ditemani suami dan anak. Sementara menunggu si bunda belanja, pak suami dan bocil keliling cari jajanan sambil beli gas ataupun beli refill aqua. Bolak balik beli ini itu berasa olahraga juga, lumayanlah nyari keringat.

Sesampainya di rumah udah jam 9, si bocil ga sabaran mau makan kerupuk Palembang (gemes kali ya si bocil liat krupuk kriwil-kriwil). Meremas-remas kerupuk sampai halus cukup membuatnya anteng dan bunda bisa beresin belanjaan, sementara pak suami menyiapkan air dan kemudian memandikan si bocil.

Setelah sarapan dan semua pekerjaan beres…

Komunikasi Produktif #Hari 10

Alhamdulillah hujan lebat dan kami sudah sampai rumah. Hari ini ada kopdar perdana Rumbel Al-qur'an IIP Batam di daerah Sukajadi. Sebelum zuhur kopdar sudah usai dan kami pulang menggunakan motor, namun belum jauh dari Kepri mall hujanpun turun. Kami berteduh dan menunggu hujan reda yang ternyata semakin deras dan awet. Lama menunggu akhirnya suami memesan Go car untuk ku dan Afif, sementara suamiku dengan motor dan jas hujan. Sesampainya di rumah kami membersihkan diri, sholat dan makan siang dan berniat untuk sejenak beristirahat. Akan tetapi Afif yang tadinya sempat tidur sebentar, rupanya masih ingin bermain, mengajakku keluar kamar dan bermain bola serta apa saja yang dapat menyenangkan hatinya. Afif tidak mau sendiri, setidaknya dia tahu bahwa ibundanya tidak tidur dan menemaninya bermain. Hampir 2 jam, akunpun mulai terasa mengantuk, begitu pula Afif. Namun hasrat bermain yang tinggi membuatnya seringkali memaksakan meski sudah teler sekali-kali. Sementara suamiku sudah samp…

Komunikasi Produktif #Hari 9

Saya tiba-tiba teringat akan kebiasaan yang beberapa hari ini, bahkan lebih seminggu sudah hilang. Biasanya sebelum tidur ataupun menunggu si kecil mencari posisi wenak untuk tidur alias PW, saya dan suami sering berbincang (pillow talk). Banyak sekali yang kami ceritakan. Tentang perkembangan anak kami, kejadian unik di suatu hari, ataupun menyelesaikan konflik yang kami hadapi.

Saya punya satu kebiasan dalam mengatasi konflik dengan suami. Tidak dapat dipungkiri toh, dalam rumah tangga pasti ada konflik, baik itu kecil atau besar. Jika ada hal yang membuat saya marah sekali pada suami, saya tidak terbiasa melepaskan amarah saya dengan blak-blakan, baik itu teriak, mengumpat, mencaci, dsb (semoga tidak pernah). Namun saya diam. Diam seribu bahasa sampai hati puas dan apa yang ada dalam pikiran saya itu, sampai kepadanya. Lalu dengan cara apa?

Saya melimpahkan kemarahan dan uneg-uneg itu sepuasnya dalam tulisan, kemudian saya kirim tulisan tersebut kepadanya. Segera dibaca, dan jika mem…

Melahirkan di Perantauan

Kehidupan setelah pernikahan itu kadang penuh misteri dan teka teki. Tidak selamanya pasangan bisa menentukan bagaimana dan di mana mereka akan tinggal nantinya. Seperti pengalaman kami. Awalnya, setelah menikah kami tinggal dan memulai kehidupan bersama di daerah Bogor, kemudian saya hamil dan kamipun harus lebih mempersiapkan diri.

Pada saat itu kami mulai merasakan bahwa tantangan datang silih berganti, jarak tempuh dari rumah ke kantor suami yang terasa semakin jauh, yaitu Bogor-Bintaro, kemacetan membuat waktu habis begitu saja, dan tuntutan pekerjaan semakin menekan serta masalah lain yang tidak dapat saya ceritakan. Stress perlahan mendekati, terlebih KPR yang sudah mulai terasa mencekik. Ya, tuntutan pekerjaan mulai menekan dan sindiran yang datang menciptakan suasana yang semakin tidak nyaman.

Menyadari hal itu, suamiku berinisiatif mencoba mengirimkan CV ke beberapa lowongan pekerjaan, Alhamdulillah semua menanggapi dan memberi pengharapan, dan Qadarullah ada satu perusahaan …

Komunikasi Produktif #Hari 8

Tidak terasa sudah hari ke 8. Terkadang di hati saya terbesit pertanyaan, apakah saya mengerjakan games ini benar-benar sebagai tantangan yang memicu peningkatan kualitas diri, ataukah hanya melepaskan tugas tantangan 10 hari semata? Ah, semoga tidak ya. Baiklah, saya akan ceritakan keseharian saya pada hari ini sesingkat biasanya.
Kegiatan hari ini tidak jauh berbeda dengan hari-hari sebelumnya, bahkan saya hampir lupa dengan tantangan games untuk hari ini, maksud saya lupa mempostingnya. He he.. Hari ini saya lebih banyak bermain gadget dan laptop sehingga melupakan beberapa tugas yang belum selesai dikerjakan. Afif pun hari ini sempat mengacaukan isi kedua laptop yang ada di rumah, hanya sedikit meleng dan ia bisa menemukan laptop tersebut dan memainkannya. sementara kedua laptop tersebut adalah milik kantor suami.
Saya sempat berfikir dan menyadari bahwa hari ini cukup kacau dan saya rasa suami akan menegur. dan benar saja, malam ini ketika akan menyiapkan makanan saya meminta suami…

Komunikasi Produktif #Hari 7

I am responsible for my communication result. Ya, kata-kata ini menguatkan saya untuk lebih berhati-hati dan lebih memperhatikan lagi setiap perkataan yang akan saya lontarkan, khususnya pada suami. Meskipun dalam berkomunikasi saya masih jauh dari keberhasilan yang diharapkan dan masih tergopoh-gopoh dalam memperbaikinya, namun saya masih terus berusaha melakukan yang terbaik, untuk hasil yang juga lebih baik, Insyaallah.. Hari ini saya mendapat materi yang sangat bagus melalui WAG Matrikulasi IIP Batam, yaitu tentang "Rumah Tangga Nabawi." Cerminan surga di dalam rumah tangga, dambaan setiap keluarga dan tidak terkecuali saya. Pernikahan yang dijalani setiap muslim merupakan misi surga, walau tertatih kita harus terus berusaha menempuhnya.  Pada saat makan siang, saya ceritakan gambaran materi tersebut pada suami dan memintanya untuk membaca materi itu, hanya saja belum sempat terlaksana karena si kecil sudah bangun dan tiada lelah dan henti mengajak orang tuanya bermain hing…

Komunikasi Produktif #Hari 6

"Adaa... Daaa... Aaadaa!" Itu suara penuh cinta yang keluar dari mulut kecil bayiku, yang mulai setiap pagi memanggil bunda. Rasanya bahagia sekali mendapati anakku yang sudah mulai belajar berkata-kata meskipun masih menggunakan bahasa kebangsaannya. Seperti biasa, dia akan mencariku di dapur untuk melihat apa yang aku lakukan dan apa yang sedang di masak, sekaligus ingin ikut melakukan hal yang sama.  "Papa...! Bantuin dong, ini bayi mau masak juga nih gimana?" Teriakku pada sang suami yang masih ingin tidur. "Doooh, bunda! Masih ngantuk nih, papah baru tidur habis subuh...!" "Terus ini gimana, mau sarapan ga? Sebentaaar aja, habis sarapan boleh deh tidur lagi" "Beneran loh yaa! Awas kalo bunda tepu-tepu." "Iyaaa." Padahal rencananya emang mau tepu-tepu sih. Memang dalam minggu ini suamiku selalu begadang sampai subuh untuk target pekerjaan, namun apa daya, memang setiap pagi aku selalu membutuhkan bantuannya untuk menghandle Afif…

Komunikasi Produktif #Hari 5

Ini hari ke 5 games tantangan di kelas Bunda Sayang IIP. Namun hari ini saya tidak banyak berinteraksi dan berbicara dengan suami, dikarenakan bangun kesiangan (Ngulang tidur setelah subuh) yang juga disebabkan oleh cuaca yang mendatangkan rasa meriang, istilah jaman now "tak enak body". Halahh bahasanya. Meski kesiangan, yang namanya istri harus tetap menyiapkan segala kebutuhan suami yang setiap senin pagi harus sudah berangkat ke kantor. Sebenarnya pasti kami bicara, namun saya tidak mampu merekam dan mengingat topik pembicaraan tadi, dan sayapun harus mempersiapkan tenaga untuk menemani si kecil seharian. Siang hari ketika si kecil tidur saya berusaha kembali menyelesaikan PR yang tadi terbengkalai. Tidak juga selesai, saya pun ikut tidur bersama bayi karena rasa dingin menyerang dan demam pun menjadi. Seperti biasa, sore hari menunggu pulangnya suami yang baru sampai di rumah jam 19.20 dalam keadaan lelah yang bukan main-main nampaknya. Setelah makan dan membersihkan bada…

Komunikasi Produktif #Hari 4

Minggu kali ini kami tidak kemana-mana, tidak seperti minggu-minggu sebelumnya, karena suamiku sedang mengejar deadline codingan aplikasi android yang harus selesai minggu ini. Sedangkan aku beberapa hari ini kembali keranjingan membaca kitab omong kosong milik seno gumira. Dan seperti biasa, anak kami juga sedang sibuk dengan dunia eksplorasinya, dan di saat yang sama, ia sedang asyik tertawa melihat kucing tetangga yang mondar mandir, lewat jendela. “Maneka, ketahuilah! Walmiki sedang mencari resep makanan keseluruh anak benua.” aku berusaha mencairkan suasana, agar sang suami tidak terus sibuk sendiri. “Ngawur!” “Udah dong Pa, ngoding muluk. Cari makan yok, kasian tuh bocil bosan pengen hangout.” “Bentar dulu, ini belom kelar gimana dong”. “Ya gausah yg perfect bangetlah, ntr juga bakal direvisi.” “Bunda masak kenapa sih, masakannya enak kok. Janji deh, papa ga bakal protes, apapun rasanya.” “Tuh kan, berarti rasanya ga enak.” “Bukan gitu, enak kok, hanya kadang2 fail aja.” “Tuh!” “Doooh, gi…

Komunikasi Produktif #Hari 3

Listrik di Batam mulai main-main lagi. Hari ini 2 kali mati lampu, pagi jelang siang kemudian Magrib sampai Isya. Tidak banyak hal yang kami lakukan, tidak juga keluar mencari ruang adem di mall atau tempat lainnya. Kali ini kami bertahan panas-panasan mandi keringat di dalam rumah. Momen mati lampu ini kami manfaatkan untuk ngobrol santai sambil kipasan, membuka jendela (tapi di luar banyak nyamuk, akhirnya ditutup lagi) dan membiarkan si kecil bermain dan berlari kesana-kemari. Obrolan kami berlanjut hingga si kecil terlelap, lampu kembali menyala dan sepiring pisang goreng hangat datang menemani.


Ada hal menarik hari ini. Ada tema unik yang sebenarnya (agak mengganjal dan janggal), alkisah ada seseorang, sebut saja kisanak. Kisanak ini berkoar-koar bahwasanya dia memiliki prestasi. Semua tersentuh dan terkesima dengan cerita tersebut. Namun di balik kisah itu adapula ceritera yang menyebutkan akan kekurangan dan kesalahan yang dinilai cukup “berkebalikan” dengan apa yang diceritakan…

Komunikasi Produktif #Hari 2

Ini hari kedua tantangan 10 hari komprod. Masih dengan masalah dan partner yang sama tentunya. Meskipun di pagi hari sempat ngobrol sambil mengerjakan tanggung jawab masing-masing, saya malah lupa meresap unsur-unsur komprod pada percakapan kami tadi pagi *hehe Hampir seharian ini lebih banyak bermain bersama si kecil yang sudah sangat aktif bereksplorasi. Afif masa ini sangat senang bereksplorasi di dapur, mengobrak-abrik isi kulkas, lemari piring, bahkan sangat ingin memasak *what? Ya, karena belakangan ini hampir setiap pagi hari ia minta gendong sama papahnya untuk sekedar melihat apa yang sedang di masak di dalam wajan. Tapi bersyukur karena bisa ikutan tidur sejenak bersama si kecil untuk mengistirahatkan badan dari melayani bayi yang gak ada capeknya. Bangun tidur, makan dan kembali bermain lagi.
Sampailah sore hari, saya selalu tidak sabar menunggu sore untuk gantian sama suami untuk menemani Afif. Yang ditunggu datang, namun tetap saja banyak acara. *apalagi kalo bukan acara sa…

Tantangan Komunikasi Produktif #Hari 1

Ini tantangan pertama di kuliah Bunda Sayang, games level 1, komunikasi produktif. Wahhh, sudah jelas, komunikasi diri sendiri nih yang jadi PR. Pada games ini, partner yang terpilih adalah suami, karena anakku saat ini masih berusia 16 bulan. Baiklah, awalnya memang bingung mau bagaimana memulainya, namun akhirnya ketemu satu momen yang rupanya bisa jadi tantangan hari ini. Jadi, rencananya tadi siang mau belanja popok si bayi, udah janjian sama suami. Aku udah siap-siap, eh si bayi BAB, yowis cuci dulu. Dah selesai, ganti pakaian dan lain-lain.. eeh suamiku malah tiduran sambil main handphone, ya udah spontan gigi merapat, bibir mengkerut, suara mendalam, dan mata melebar. “Itu ngapain lagi pake tiduran??? Buruan! ntar ujan…!” ah pokoknya panjang itu repetan sampai-sampai si bayi memandangku dengan muka polos sekaligus heran. Menyadari hal itu tidak baik dan mungkin bisa dicontoh, lalu intonasiku berubah menjadi lembut sekali. “Papa sayaang.. yuk berangkat, sana ganti baju itu udah bun…

Blogging-nya Buibu Rumbel IIP Batam

Super mommies. Itulah mereka, para ibunda pembelajar yang mata hatinya selalu terbuka lebar menatap kedepan. Mereka begitu paham bahwa menjadi ibu itu, harus mampu diandalkan dalam banyak hal, mereka ibu-ibu peserta Rumbel Menulis yg tidak lain adalah member IIP Batam.

Hari kamis tanggal 26 Okt 2017 Rumbel Menulis IIP mengadakan kegiatan belajar membuat blog yang berlokasi di daerah Sukajadi. Sebagian sudah memiliki blog, sebagian punya blog tapi mati suri dan ingin diberdayakan kembali (itu saya) dan sebagian lagi baru membuat blog sebagai media tulisan agar karya mereka dapat dibaca dan bermanfaat bagi orang lain. Pada hakikatnya semua bertujuan sama, yaitu menebar manfaat. Namun banyak pula alasan yang akhirnya membuat kegiatan menulis terhenti, tidak ada inspirasi, tidak punya waktu dan berbagai alasan lainnya.




Kegiatan seperti ini bagi saya amatlah penting, karena dengan begitu semangat pasti kembali muncul dan ilmu yang didapat pun kian memupuk kemauan dan tekad untuk kembali giat…

NHW#2 : PROFESIONALISME PEREMPUAN (MIIPB4 KEPRI)

Salah satu kebutuhan manusia (perempuan) adalah dihargai dan dibanggakan. Bagaimana peran perempuan sehingga kemudian ia bisa dihargai dan dibanggakan? Yaitu ia bisa menjalani perannya secara professional. Siapapun mampu menjadi Ibu yang professional ketika ia mampu menjaga komitmen dan konsistensinya terhadap peran yang dijalani. Profesionalisme perempuan adalah suatu pencapaian yang patut diperjuangkan.
Pada kelas MIIP Batch 4 ini peserta dibimbing untuk belajar menjadi Ibu Profesional yang disandarkan pada 3 indikator, yaitu; sebagai Individu, sebagai Istri, sebagai Ibu. Kunci dari pembuatan indikator tersebut adalah ; Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Time Bond (SMART).
Saya adalah seorang istri dan ibu dari seorang anak yang saat ini memasuki usia 10 bulan. Membuat indikator profesionalisme perempuan ini membutuhkan komunikasi yang efektif dengan keluarga (suami dan anak), karena menyangkut bagaimana sosok ideal yang mereka inginkan. Berikut saya akan membuat poin-poin i…