Langsung ke konten utama

NHW#1 : ADAB MENUNTUT ILMU (MIIPB4 KEPRI)

[Adab Menuntut Ilmu merupakan salah satu materi pertama yang diberikan pada kelas Matrikulasi Institute Ibu Profesional (MIIPB4). Berikut adalah NHW (Nice Home Work) pertama yang wajib dikerjakan oleh peserta matrikulasi. NHW#1 ini  terdiri dari 4 pertanyaan yang jawabannya tergantung pada cara masing-masing peserta dalam menjawabnya. Demikian pula dengan saya pribadi yang tidak punya gambaran tentang jawaban apa yang diharapkan oleh faslitator. Yang jelas bagi saya NHW#1 ini merupakan tantangan yang juga harus dipertanggung jawabkan. Semoga jawaban yang saya paparkan tidak melenceng dan tidak pula berlebihan karena saya kurang ilmu dan masih sangat perlu banyak belajar. :)
Bagi saya tugas dalam NHW 1 ini adalah pertanyaan-pertanyaan besar dan serius karena menurut saya, ia menyangkut penegasan akan apa tujuan saya menjalani hidup di dunia ini dan juga supaya hidup yang saya jalani tidak sia-sia. Ada empat pertanyaan yang akan saya sertakan dengan jawaban yang lahir dari perenungan dan pemikiran serta kutipan dari guru-guru yang dengan mereka saya pernah belajar.

1.      Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
Jurusan ilmu yang akan ditekuni merujuk kepada tujuan yang ditentukan. Jurusan adalah sarana untuk mencapai tujuan tersebut. Jika kembali harus disadari apa tujuan hidup kita, maka tidak lain adalah untuk menyembah, menghambakan diri, serta meraih keredhaan Allah karena persinggahan kita di dunia ini hanyalah mencari bekal untuk akhirat.
Sebagaimana firman Allah dr QS Az-Zariyat 56.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ {56}
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembahku”
(QS. Az-Zariyat:56)
Berdasarkan penjelasan di atas, maka ilmu yang harus ditekuni adalah ilmu agama, yaitu Islam secara kaffah. Mempelajari Islam butuh kesabaran dan usaha serta niat yang kuat karena ilmu Allah sangat luas.

2.      Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
Mempelajari agama Islam adalah kewajiban bagi setiap muslim karena islam adalah agama penyelamat. Jika kita berislam namun tiada berilmu, apa jadinya hidup kita? Ajaran Islam memenuhi segala aspek dalam kehidupan karena memiliki pedoman yang lengkap dan terjaga, yaitu al-qur'an dan sunnah. Mempelajari islam mengantarkan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berkualitas.
Saya adalah seorang wanita yang berperan sebagai anak bagi ibu saya, saudara bagi kakak dan adik saya, istri bagi suami, ibu bagi anak, sebagai teman, sahabat, tetangga dan begitu banyak peran, namun saat ini saya harus lebih fokus pada keluarga kecil, yaitu suami dan anak, karena di sana saya memegang tanggung jawab yang besar. Saya seorang ibu dari anak yang saat ini berusia 9 bulan. Ibu adalah madrasah utama bagi anaknya. Apa jadinya pula kalau saya tidak punya apa-apa untuk saya ajarkan dan dicontoh olah anak saya? Maka dari itu, saya yang fakir dan miskin ilmu ini wajib mempelajari Islam sehingga saya mampu membimbing anak dan menjaga keharmonisan keluarga. Kesuksesan seseorang itu sebagian besar lahir dari keluarga yang bahagia.

3.      Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
§     Mengedepankan Adab Menuntut Ilmu
§     Manajemen waktu
§     Rajin membaca dan bertanya kepada guru
§     Membuat daftar aktifitas harian untuk membantu menjaga komitmen
§     Mengamalkan

4.     Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.
Merupakan suatu kebahagiaan yang teramat ketika mengetahui dalam Institute ini saya bertemu kembali dengan materi luar biasa, yaitu adab menuntut ilmu. Adab menuntut ilmu pernah saya dapatkan ketika masih sekolah dari seorang ustadz yang belajar telah di Madinah. Di situ saya terpana akan mulianya ajaran Islam. Akan tetapi dengan kesibukan dan persembahan zaman yang menuntut kelalaian manusia karena terlena dengan kecanggihan teknologi, membuat saya khususnya, pun jadi lupa dan tidak dapat menghindari maksiat kepada Allah akibat kelalaian dan kesombongan.
Namun dengan kasih sayang Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, Ia pertemukan saya dengan perkumpulan orang2 baik yang menebarkan kebaikan dan semangat untuk menjadi lebih baik melalui Institute Ibu Profesional (IIP) ini. Alhamdulillahirabbil'alamiin..
Terkait adab menuntut ilmu, teringat kembali kalimat luar biasa dari Imam Syafi'i:
الْعِلْمَ نُورٌ وَنُورُ اللَّهِ لَا يُهْدَى لِعَاصِي
"Ilmu itu adalah cahaya dan cahaya tidak diberikan pada pelaku maksiat"

Jika hati ini dipenuhi maksiat, lalu bagaimana cahaya akan masuk ke dalamnya? Jika di dalam hati tidak ada cahaya, maka hati kita buta, jika hati kita buta kita tidak akan tau arah dan tidak mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dengan demikian perubahan yang akan saya lakukan adalah membuang kebiasaan buruk, melawan rasa malas dan menghadirkan serta membiasakan kebiasaan yang baik.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERKEMBANGAN FISIK MASA DEWASA MADYA

Rentang usia dewasa madya atau yang disebut juga usia setengah baya pada umumnya berkisar antara usia 40 - 60 tahun, dimana pada usia ini ditandai dengan berbagai perubahan fisik maupun mental (Hurlock, 1980:320). Masa usia dewasa madya diartikan sebagai suatu masa menurunnya keterampilan fisik dan semakin besarnya tanggung jawab, suatu periode dimana orang menjadi sadar akan polaritas muda-tua dan semakin berkuranggya jumlah waktu yang tersisa dalam kehidupan, suatu masa ketika orang mencapai dan mempertahankan kepuasan dalam karier, dan suatu titik ketika individu berusaha meneruskan suatu yang berarti pada generasi berikutnya.

GANGGUAN TIC

A.Pengertian
Tic adalah suatu gerakan motorik (yang lazimnya mencakup suatu kelompok otot khas tertentu) yang tidak di bawah pengendalian, berlangsung cepat, dan berulang-ulang, tidak berirama, ataupun suatu hasil vocal yang timbul mendadakdan tidak memiliki tujuan yang nyata. Tic terbagi menjadi tic motorik dan tic vocal. Tic jenis motorik dan jenis vocal mungkin dapat dibagi dalam golongan yang sederhana dan yang kompleks, sekalipun penggarisan batasannya kurang jelas. Tic seringkali terjadi sebagai fenomena tunggal namun tidak jarang disertai variasi gangguan emosional yang luas, khususnya, fenmena obsesi dan hipokondrik. Namun ada pula beberapa hambatan perkembangan khas disertai “tic”. Tiidak terdapat garis pemisahyang jellas antara gangguan “Tic” dengan berbagai gangguan emosional dan gangguan emosional disertai “tic”. Diagnosisnya mencerminkan gangguan utamanya.
B.Kriteria menurut DSM IV TR ·Baik beberapa motor dan satu atau lebih vokal tics telah hadir di beberapa waktu selama sak…

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECEMASAN

Sumber kecemasan yang bersifat internal berasal dari dalam diri individu, tidak memiliki keyakinan akan kemampuan diri dapat menimbulkan kecemasan. Sedangkan sumber kecemasan yang bersifat eksternal berasal dari lingkungan. Perubahan yang terjadi pada lingkungan terjadi secara cepat dapat menimbulkan rasa ketidaknyamanan dalam diri individu, hal inilah yang dapat memicu timbulnya kecemasan.