Langsung ke konten utama

NHW#2 : PROFESIONALISME PEREMPUAN (MIIPB4 KEPRI)


Salah satu kebutuhan manusia (perempuan) adalah dihargai dan dibanggakan. Bagaimana peran perempuan sehingga kemudian ia bisa dihargai dan dibanggakan? Yaitu ia bisa menjalani perannya secara professional. Siapapun mampu menjadi Ibu yang professional ketika ia mampu menjaga komitmen dan konsistensinya terhadap peran yang dijalani. Profesionalisme perempuan adalah suatu pencapaian yang patut diperjuangkan.

Pada kelas MIIP Batch 4 ini peserta dibimbing untuk belajar menjadi Ibu Profesional yang disandarkan pada 3 indikator, yaitu; sebagai Individu, sebagai Istri, sebagai Ibu. Kunci dari pembuatan indikator tersebut adalah ; Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Time Bond (SMART).

Saya adalah seorang istri dan ibu dari seorang anak yang saat ini memasuki usia 10 bulan. Membuat indikator profesionalisme perempuan ini membutuhkan komunikasi yang efektif dengan keluarga (suami dan anak), karena menyangkut bagaimana sosok ideal yang mereka inginkan. Berikut saya akan membuat poin-poin indikator yang sebenarnya sebagai acuan tabel checklist sehingga sesuai dengan kunci SMART yang telah dijabarkan, namun tabel tersebut saat ini tidak saya tampilkan dalam NHW#2 ini dengan tujuan agar saya bisa lebih leluasa dan percaya diri dalam melaksanakannya.


Indikator Profesionalisme Perempuan

1.       Sebagai Individu

a.       Melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim (sholat wajib awal waktu dan sunat)
b.       ‌Selalu berbaik sangka (husnuzzhon) dan selalu bersyukur kepada Allah
c.       ‌Mempelajari ilmu agama (Islam)
d.       ‌Membaca dan mempelajari al-Qur'an
e.       ‌Muraja'ah hafalan 
f.        ‌Melatih kecerdasan emosi
g.       ‌Bersosialisasi
h.       ‌Menulis
i.         ‌Upgrade ilmu psikologi (jurusan saat kuliah)
j.         ‌Membaca buku umum / parenting
k.       ‌Merawat diri / menjaga kebersihan
l.         ‌Menjaga penampilan
m.     ‌Menjaga kesehatan (atur pola makan)
n.       ‌Berkreasi (menyalurkan hobi)
o.       ‌Update berita, lokal-internasional

 2.       Sebagai Istri‌

a.       ‌Taat pada suami
b.       Pandai memasak (terus belajar)
c.       ‌Mengurus rumah tangga
d.       ‌Mengatur keuangan
e.       ‌Tidak meninggikan suara meski sedang marah/kesal
f.        ‌Terbuka dan mengkomunikasikan segala hal
g.       ‌Mengingatkan diri, suami/keluarga untuk melaksanakan ibadah
h.       ‌Mengurus keperluan dan memenuhi segala kebutuhan suami  

3.       Sebagai Ibu

a.       Mewujudkan cinta dan kasih sayang kepada anak (senyum, peluk, cium)
b.       ‌Sholat di mana anak bisa melihat (memberi contoh)
c.       ‌Membuat dan memperhatikan penyajian MPASI (menjaga pola makan)
d.       ‌Menjaga kebersihan (pakaian, mandi, popok, area bermain)
e.       ‌Menemani dan segera hadir saat anak membutuhkan (membangun trust)
f.        ‌Menahan diri dari rasa marah (memberi kenyamanan)
g.       ‌Memperhatikan dan mengawal tahap perkembangan anak *ada lampiran
h.       ‌Mengaji/murajaah di dekat anak (agar ia terbiasa mendengar ayat al-Qur'an)
i.         ‌Berusaha terus menghindarkan anak dari gadget (smartphone)


Insyaallah bisa. Harus bisa!



Lampiran Indikator 3, point G. Indikator Checklist perkembangan anak 0-1 tahun yang didapat dari TIM fasil MIIP. Silahkan klik http://bit.ly/2qrOyzq


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERKEMBANGAN FISIK MASA DEWASA MADYA

Rentang usia dewasa madya atau yang disebut juga usia setengah baya pada umumnya berkisar antara usia 40 - 60 tahun, dimana pada usia ini ditandai dengan berbagai perubahan fisik maupun mental (Hurlock, 1980:320). Masa usia dewasa madya diartikan sebagai suatu masa menurunnya keterampilan fisik dan semakin besarnya tanggung jawab, suatu periode dimana orang menjadi sadar akan polaritas muda-tua dan semakin berkuranggya jumlah waktu yang tersisa dalam kehidupan, suatu masa ketika orang mencapai dan mempertahankan kepuasan dalam karier, dan suatu titik ketika individu berusaha meneruskan suatu yang berarti pada generasi berikutnya.

GANGGUAN TIC

A.Pengertian
Tic adalah suatu gerakan motorik (yang lazimnya mencakup suatu kelompok otot khas tertentu) yang tidak di bawah pengendalian, berlangsung cepat, dan berulang-ulang, tidak berirama, ataupun suatu hasil vocal yang timbul mendadakdan tidak memiliki tujuan yang nyata. Tic terbagi menjadi tic motorik dan tic vocal. Tic jenis motorik dan jenis vocal mungkin dapat dibagi dalam golongan yang sederhana dan yang kompleks, sekalipun penggarisan batasannya kurang jelas. Tic seringkali terjadi sebagai fenomena tunggal namun tidak jarang disertai variasi gangguan emosional yang luas, khususnya, fenmena obsesi dan hipokondrik. Namun ada pula beberapa hambatan perkembangan khas disertai “tic”. Tiidak terdapat garis pemisahyang jellas antara gangguan “Tic” dengan berbagai gangguan emosional dan gangguan emosional disertai “tic”. Diagnosisnya mencerminkan gangguan utamanya.
B.Kriteria menurut DSM IV TR ·Baik beberapa motor dan satu atau lebih vokal tics telah hadir di beberapa waktu selama sak…

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECEMASAN

Sumber kecemasan yang bersifat internal berasal dari dalam diri individu, tidak memiliki keyakinan akan kemampuan diri dapat menimbulkan kecemasan. Sedangkan sumber kecemasan yang bersifat eksternal berasal dari lingkungan. Perubahan yang terjadi pada lingkungan terjadi secara cepat dapat menimbulkan rasa ketidaknyamanan dalam diri individu, hal inilah yang dapat memicu timbulnya kecemasan.