Langsung ke konten utama

Blogging-nya Buibu Rumbel IIP Batam




Super mommies. Itulah mereka, para ibunda pembelajar yang mata hatinya selalu terbuka lebar menatap kedepan. Mereka begitu paham bahwa menjadi ibu itu, harus mampu diandalkan dalam banyak hal, mereka ibu-ibu peserta Rumbel Menulis yg tidak lain adalah member IIP Batam.


Hari kamis tanggal 26 Okt 2017 Rumbel Menulis IIP mengadakan kegiatan belajar membuat blog yang berlokasi di daerah Sukajadi. Sebagian sudah memiliki blog, sebagian punya blog tapi mati suri dan ingin diberdayakan kembali (itu saya) dan sebagian lagi baru membuat blog sebagai media tulisan agar karya mereka dapat dibaca dan bermanfaat bagi orang lain. Pada hakikatnya semua bertujuan sama, yaitu menebar manfaat. Namun banyak pula alasan yang akhirnya membuat kegiatan menulis terhenti, tidak ada inspirasi, tidak punya waktu dan berbagai alasan lainnya.





Kegiatan seperti ini bagi saya amatlah penting, karena dengan begitu semangat pasti kembali muncul dan ilmu yang didapat pun kian memupuk kemauan dan tekad untuk kembali giat menulis.

Mengapa harus menulis? Selain menulis itu merupakan sarana untuk mengikat ilmu saya juga setuju dengan pendapat seorang guru (guru sekolah jaman SMA), bahwa sesungguhnya menulis itu melembutkan hati, karena semakin rajin menulis, kita semakin bisa melihat kualitas tulisan yang muaranya adalah cerminan kualitas diri kita sendiri. Dengan demikian tentu kita akan semakin terdorong untuk meningkatkan kualitas diri masing-masing.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah, melihat ketangguhan para ibu rumbel yang membawa serta anak-anak mereka (anak-anak itu lebih dari 1, bahkan 4) mereka sama sekali tidak terhalang untuk belajar. Tangguh.

Inti dari kopdar + blogging kemarin, saya sangat senang dan bersyukur dapat tergabung di rumbel ini, terimakasih mba Unna selaku PJ sekaligus guru yang Inspiratif dan baik hati telah bersedia rumahnya dijadikan tempat belajar + bermain (mainan yang MasyaAllah banyak sekali) sehingga anak-anak tidak bosan.
Tidak ada ruginya datang ke majelis ilmu yang isinya ibu-ibu keren.. mereka semua adalah guru, kita semua adalah guru dan kita semua juga murid.
Jadilah guru teladan, dan murid yang terus giat belajar.

Dan terakhir, *numpang poto-poto di spot ijo segarnya ya mba Unna.. hehehe..



Komentar

  1. Mantaapp mbaa tulisannyaa..pantesan lama bikinnya ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jiaahhh... kebanyakan lama mikirnya mba, masih level pemula.. ahaha

      Hapus

Posting Komentar

Menerima komentar, saran dan kritik juga ya :)

Postingan populer dari blog ini

PERKEMBANGAN FISIK MASA DEWASA MADYA

Rentang usia dewasa madya atau yang disebut juga usia setengah baya pada umumnya berkisar antara usia 40 - 60 tahun, dimana pada usia ini ditandai dengan berbagai perubahan fisik maupun mental (Hurlock, 1980:320). Masa usia dewasa madya diartikan sebagai suatu masa menurunnya keterampilan fisik dan semakin besarnya tanggung jawab, suatu periode dimana orang menjadi sadar akan polaritas muda-tua dan semakin berkuranggya jumlah waktu yang tersisa dalam kehidupan, suatu masa ketika orang mencapai dan mempertahankan kepuasan dalam karier, dan suatu titik ketika individu berusaha meneruskan suatu yang berarti pada generasi berikutnya.

GANGGUAN TIC

A.Pengertian
Tic adalah suatu gerakan motorik (yang lazimnya mencakup suatu kelompok otot khas tertentu) yang tidak di bawah pengendalian, berlangsung cepat, dan berulang-ulang, tidak berirama, ataupun suatu hasil vocal yang timbul mendadakdan tidak memiliki tujuan yang nyata. Tic terbagi menjadi tic motorik dan tic vocal. Tic jenis motorik dan jenis vocal mungkin dapat dibagi dalam golongan yang sederhana dan yang kompleks, sekalipun penggarisan batasannya kurang jelas. Tic seringkali terjadi sebagai fenomena tunggal namun tidak jarang disertai variasi gangguan emosional yang luas, khususnya, fenmena obsesi dan hipokondrik. Namun ada pula beberapa hambatan perkembangan khas disertai “tic”. Tiidak terdapat garis pemisahyang jellas antara gangguan “Tic” dengan berbagai gangguan emosional dan gangguan emosional disertai “tic”. Diagnosisnya mencerminkan gangguan utamanya.
B.Kriteria menurut DSM IV TR ·Baik beberapa motor dan satu atau lebih vokal tics telah hadir di beberapa waktu selama sak…

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECEMASAN

Sumber kecemasan yang bersifat internal berasal dari dalam diri individu, tidak memiliki keyakinan akan kemampuan diri dapat menimbulkan kecemasan. Sedangkan sumber kecemasan yang bersifat eksternal berasal dari lingkungan. Perubahan yang terjadi pada lingkungan terjadi secara cepat dapat menimbulkan rasa ketidaknyamanan dalam diri individu, hal inilah yang dapat memicu timbulnya kecemasan.