Langsung ke konten utama

Komunikasi Produktif #Hari 12

Tema singkat malam ini adalah “me time”. Aku nodong suami dan minta doi yang jagain si kecil dari habis isya sampai aku nulis tantangan ini. Sebenernya sih kasian suami baru pulang jam 7 tadi, sama si bocil rewel pengen ngintil emaknya muluk. Kata pak suami sih karena giginya tumbuh lagi, jadi perasaannya ga enak dan kerjanya gigitin apa aja yang dia temuin.

“Bun, tether nya kemaren pada banyak kenapa ga dikasih?”

“Lha, papa inget kenapa ga langsung papah yang kasih?”

“Naroknya di mana?”

“Di tempat biasa lah…”

Memang kami sama-sama lelah, akan tetapi suamiku masih lebih bisa me-manage emosi dan rasa lelah, apalagi udah seharian ga main sama si kecil karena tiap senin harus ngantor. Seger dong ya harusnya ketemu baby yang aktif dan lucu.

Beda sama emaknya yang seharian membersamai, tentu ada perilaku yang bikin urat-urat menjadi tegang. Maka dari itu emak butuh yang namanya “me time” untuk sekedar melepas lelah.

“Kemana bun?”

“Me time dulu bentaran..”

“Ih, ntar dulu temenin Afif main juga nih, maunya sama adaa!”

“Yak elah, me time sama piring juga, udah numpuk itu blom dicuci..”

Emak-emak “me time” pun bareng piring, baju kotor, strika dan teman-temannya. Paling curi-curi waktu buat nge-teh ataupun online. BTW, ini unsur komprod nya di mana yak? Yowis lah, komunikasi yang produktif juga bisa tercipta dari kesediaan untuk saling memahami keadaan. *Menurut teori ngasal.

#Hari12
#GameLevel1
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunsayIIP 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERKEMBANGAN FISIK MASA DEWASA MADYA

Rentang usia dewasa madya atau yang disebut juga usia setengah baya pada umumnya berkisar antara usia 40 - 60 tahun, dimana pada usia ini ditandai dengan berbagai perubahan fisik maupun mental (Hurlock, 1980:320). Masa usia dewasa madya diartikan sebagai suatu masa menurunnya keterampilan fisik dan semakin besarnya tanggung jawab, suatu periode dimana orang menjadi sadar akan polaritas muda-tua dan semakin berkuranggya jumlah waktu yang tersisa dalam kehidupan, suatu masa ketika orang mencapai dan mempertahankan kepuasan dalam karier, dan suatu titik ketika individu berusaha meneruskan suatu yang berarti pada generasi berikutnya.

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECEMASAN

Sumber kecemasan yang bersifat internal berasal dari dalam diri individu, tidak memiliki keyakinan akan kemampuan diri dapat menimbulkan kecemasan. Sedangkan sumber kecemasan yang bersifat eksternal berasal dari lingkungan. Perubahan yang terjadi pada lingkungan terjadi secara cepat dapat menimbulkan rasa ketidaknyamanan dalam diri individu, hal inilah yang dapat memicu timbulnya kecemasan.

GANGGUAN TIC

A.Pengertian
Tic adalah suatu gerakan motorik (yang lazimnya mencakup suatu kelompok otot khas tertentu) yang tidak di bawah pengendalian, berlangsung cepat, dan berulang-ulang, tidak berirama, ataupun suatu hasil vocal yang timbul mendadakdan tidak memiliki tujuan yang nyata. Tic terbagi menjadi tic motorik dan tic vocal. Tic jenis motorik dan jenis vocal mungkin dapat dibagi dalam golongan yang sederhana dan yang kompleks, sekalipun penggarisan batasannya kurang jelas. Tic seringkali terjadi sebagai fenomena tunggal namun tidak jarang disertai variasi gangguan emosional yang luas, khususnya, fenmena obsesi dan hipokondrik. Namun ada pula beberapa hambatan perkembangan khas disertai “tic”. Tiidak terdapat garis pemisahyang jellas antara gangguan “Tic” dengan berbagai gangguan emosional dan gangguan emosional disertai “tic”. Diagnosisnya mencerminkan gangguan utamanya.
B.Kriteria menurut DSM IV TR ·Baik beberapa motor dan satu atau lebih vokal tics telah hadir di beberapa waktu selama sak…