Langsung ke konten utama

Komunikasi Produktif #Hari 4


Minggu kali ini kami tidak kemana-mana, tidak seperti minggu-minggu sebelumnya, karena suamiku sedang mengejar deadline codingan aplikasi android yang harus selesai minggu ini. Sedangkan aku beberapa hari ini kembali keranjingan membaca kitab omong kosong milik seno gumira. Dan seperti biasa, anak kami juga sedang sibuk dengan dunia eksplorasinya, dan di saat yang sama, ia sedang asyik tertawa melihat kucing tetangga yang mondar mandir, lewat jendela.
“Maneka, ketahuilah! Walmiki sedang mencari resep makanan keseluruh anak benua.” aku berusaha mencairkan suasana, agar sang suami tidak terus sibuk sendiri.
“Ngawur!”
“Udah dong Pa, ngoding muluk. Cari makan yok, kasian tuh bocil bosan pengen hangout.”
“Bentar dulu, ini belom kelar gimana dong”.
“Ya gausah yg perfect bangetlah, ntr juga bakal direvisi.”
“Bunda masak kenapa sih, masakannya enak kok. Janji deh, papa ga bakal protes, apapun rasanya.”
“Tuh kan, berarti rasanya ga enak.”
“Bukan gitu, enak kok, hanya kadang2 fail aja.”
“Tuh!”
“Doooh, gimana sih ngomongnya? Bunsay.. coba liat, afif aja suka masakan bunda, ga pernah dia protes kan..”
Aku diam, tidak bisa melawan lelaki ini. Susah ngomongnya. Hanya musti memahami FoE/FoR kita sepenuhnya. Berdebat dengannya hanya membuat mood jadi tidak menentu, mau marah tapi lucu, mau ketawa hati kesal. Sudahlah. Lebih baik menemani Afif melihat kucing sambil menunggu mood memasak kembali membaik.

#Hari4
#GameLevel1
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunsayIIP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERKEMBANGAN FISIK MASA DEWASA MADYA

Rentang usia dewasa madya atau yang disebut juga usia setengah baya pada umumnya berkisar antara usia 40 - 60 tahun, dimana pada usia ini ditandai dengan berbagai perubahan fisik maupun mental (Hurlock, 1980:320). Masa usia dewasa madya diartikan sebagai suatu masa menurunnya keterampilan fisik dan semakin besarnya tanggung jawab, suatu periode dimana orang menjadi sadar akan polaritas muda-tua dan semakin berkuranggya jumlah waktu yang tersisa dalam kehidupan, suatu masa ketika orang mencapai dan mempertahankan kepuasan dalam karier, dan suatu titik ketika individu berusaha meneruskan suatu yang berarti pada generasi berikutnya.

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECEMASAN

Sumber kecemasan yang bersifat internal berasal dari dalam diri individu, tidak memiliki keyakinan akan kemampuan diri dapat menimbulkan kecemasan. Sedangkan sumber kecemasan yang bersifat eksternal berasal dari lingkungan. Perubahan yang terjadi pada lingkungan terjadi secara cepat dapat menimbulkan rasa ketidaknyamanan dalam diri individu, hal inilah yang dapat memicu timbulnya kecemasan.

GANGGUAN TIC

A.Pengertian
Tic adalah suatu gerakan motorik (yang lazimnya mencakup suatu kelompok otot khas tertentu) yang tidak di bawah pengendalian, berlangsung cepat, dan berulang-ulang, tidak berirama, ataupun suatu hasil vocal yang timbul mendadakdan tidak memiliki tujuan yang nyata. Tic terbagi menjadi tic motorik dan tic vocal. Tic jenis motorik dan jenis vocal mungkin dapat dibagi dalam golongan yang sederhana dan yang kompleks, sekalipun penggarisan batasannya kurang jelas. Tic seringkali terjadi sebagai fenomena tunggal namun tidak jarang disertai variasi gangguan emosional yang luas, khususnya, fenmena obsesi dan hipokondrik. Namun ada pula beberapa hambatan perkembangan khas disertai “tic”. Tiidak terdapat garis pemisahyang jellas antara gangguan “Tic” dengan berbagai gangguan emosional dan gangguan emosional disertai “tic”. Diagnosisnya mencerminkan gangguan utamanya.
B.Kriteria menurut DSM IV TR ·Baik beberapa motor dan satu atau lebih vokal tics telah hadir di beberapa waktu selama sak…