Langsung ke konten utama

Komunikasi Produktif #Hari 6

"Adaa... Daaa... Aaadaa!"
Itu suara penuh cinta yang keluar dari mulut kecil bayiku, yang mulai setiap pagi memanggil bunda. Rasanya bahagia sekali mendapati anakku yang sudah mulai belajar berkata-kata meskipun masih menggunakan bahasa kebangsaannya. Seperti biasa, dia akan mencariku di dapur untuk melihat apa yang aku lakukan dan apa yang sedang di masak, sekaligus ingin ikut melakukan hal yang sama. 
"Papa...! Bantuin dong, ini bayi mau masak juga nih gimana?" Teriakku pada sang suami yang masih ingin tidur.
"Doooh, bunda! Masih ngantuk nih, papah baru tidur habis subuh...!"
"Terus ini gimana, mau sarapan ga? Sebentaaar aja, habis sarapan boleh deh tidur lagi"
"Beneran loh yaa! Awas kalo bunda tepu-tepu."
"Iyaaa." Padahal rencananya emang mau tepu-tepu sih.
Memang dalam minggu ini suamiku selalu begadang sampai subuh untuk target pekerjaan, namun apa daya, memang setiap pagi aku selalu membutuhkan bantuannya untuk menghandle Afif. Apalagi hari ini aku "kesamber" (Kenalan Sehari Semember) pada WAG Matrikulasi IIP Batam, sementara aku belom mempersiapkannya dengan matang, mau tidak mau aku harus tepu-tepu suami dulu agar bisa handle Afif sampai jam tidurnya.
Sebenarnya bisa saja suamiku menolak untuk menolong dan menahan kantuk beratnya, akan tetapi karena aku berusaha memintanya dengan cara selembut mungkin dan dengan sedikit harapan palsu , ia tetap berkorban untuk kami. Terimakasih suamiku...


#Hari6
#GameLevel1
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunsayIIP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERKEMBANGAN FISIK MASA DEWASA MADYA

Rentang usia dewasa madya atau yang disebut juga usia setengah baya pada umumnya berkisar antara usia 40 - 60 tahun, dimana pada usia ini ditandai dengan berbagai perubahan fisik maupun mental (Hurlock, 1980:320). Masa usia dewasa madya diartikan sebagai suatu masa menurunnya keterampilan fisik dan semakin besarnya tanggung jawab, suatu periode dimana orang menjadi sadar akan polaritas muda-tua dan semakin berkuranggya jumlah waktu yang tersisa dalam kehidupan, suatu masa ketika orang mencapai dan mempertahankan kepuasan dalam karier, dan suatu titik ketika individu berusaha meneruskan suatu yang berarti pada generasi berikutnya.

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECEMASAN

Sumber kecemasan yang bersifat internal berasal dari dalam diri individu, tidak memiliki keyakinan akan kemampuan diri dapat menimbulkan kecemasan. Sedangkan sumber kecemasan yang bersifat eksternal berasal dari lingkungan. Perubahan yang terjadi pada lingkungan terjadi secara cepat dapat menimbulkan rasa ketidaknyamanan dalam diri individu, hal inilah yang dapat memicu timbulnya kecemasan.

GANGGUAN TIC

A.Pengertian
Tic adalah suatu gerakan motorik (yang lazimnya mencakup suatu kelompok otot khas tertentu) yang tidak di bawah pengendalian, berlangsung cepat, dan berulang-ulang, tidak berirama, ataupun suatu hasil vocal yang timbul mendadakdan tidak memiliki tujuan yang nyata. Tic terbagi menjadi tic motorik dan tic vocal. Tic jenis motorik dan jenis vocal mungkin dapat dibagi dalam golongan yang sederhana dan yang kompleks, sekalipun penggarisan batasannya kurang jelas. Tic seringkali terjadi sebagai fenomena tunggal namun tidak jarang disertai variasi gangguan emosional yang luas, khususnya, fenmena obsesi dan hipokondrik. Namun ada pula beberapa hambatan perkembangan khas disertai “tic”. Tiidak terdapat garis pemisahyang jellas antara gangguan “Tic” dengan berbagai gangguan emosional dan gangguan emosional disertai “tic”. Diagnosisnya mencerminkan gangguan utamanya.
B.Kriteria menurut DSM IV TR ·Baik beberapa motor dan satu atau lebih vokal tics telah hadir di beberapa waktu selama sak…