Langsung ke konten utama

Komunikasi Produktif #Hari 11

Seharian ini kita ngapain aja ya sekeluarga? Oh iya, hari minggu begini jadwal kita masak-masak bareng nih rencananya. Pagi-pagi udah ke pasar (ga pagi-pagi banget sih) tapi apa yang dibutuhkan di pasar masih pada ready kok. Beberapa hari lalu pernah beli ikan lele dan digoreng kering, serumah pada suka lah ya, termasuk si bocil. Akhirnya tadi saya beli lele lagi deh beserta berbagai macam sayuran dan kelengkapan dapur lainnya.

Seperti biasa ditemani suami dan anak. Sementara menunggu si bunda belanja, pak suami dan bocil keliling cari jajanan sambil beli gas ataupun beli refill aqua. Bolak balik beli ini itu berasa olahraga juga, lumayanlah nyari keringat.

Sesampainya di rumah udah jam 9, si bocil ga sabaran mau makan kerupuk Palembang (gemes kali ya si bocil liat krupuk kriwil-kriwil). Meremas-remas kerupuk sampai halus cukup membuatnya anteng dan bunda bisa beresin belanjaan, sementara pak suami menyiapkan air dan kemudian memandikan si bocil.

Setelah sarapan dan semua pekerjaan beres  si bocil dan pak suami malah tidur beduaan, dan saya masih berkutat di dapur menyelesaikan tumpukan cucian sambil beresin dapur habis masak sendirian (ga jadi masak-masak bareng).

Setelah zuhur saya bangunin pak suami, dan setelah sholat kami makan siang berdua karena Afif masih tidur.


“Bun, ini ikannya yang kurang segar ato masaknya yang kurang kering? Minggu kemarin enak.”
Saya ga langsung jawab, tapi mikir dan sadar kalo tadi nggorengnya nyambi nyuci, bilas, ngeringin, jemur (bolak balik). Jadi mungkin karena ga fokus jadinya hasilnya ga maksimal.

“Hehe.. iya pa kayaknya kurang kering, soalnya tadi sambil nyuci, takut gosong jadinya diangkat duluan”

“Huuuk... kebiasaan sih. Makanya kalo kerja mah fokus satu-satu, jangan maruk dikerjain semua, ntar capek sendiri trus ngomel-ngomel diyee”

Makanya bantuin, tadi katanya mau bantu, kok malah tidur?” tapi kata-kata itu hanya tersimpan dalam hati. Mumpung masih waras, jadi kontrol emosi, stay cool and keep komprod. 😊


#Hari11
#GameLevel1

#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunsayIIP 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERKEMBANGAN FISIK MASA DEWASA MADYA

Rentang usia dewasa madya atau yang disebut juga usia setengah baya pada umumnya berkisar antara usia 40 - 60 tahun, dimana pada usia ini ditandai dengan berbagai perubahan fisik maupun mental (Hurlock, 1980:320). Masa usia dewasa madya diartikan sebagai suatu masa menurunnya keterampilan fisik dan semakin besarnya tanggung jawab, suatu periode dimana orang menjadi sadar akan polaritas muda-tua dan semakin berkuranggya jumlah waktu yang tersisa dalam kehidupan, suatu masa ketika orang mencapai dan mempertahankan kepuasan dalam karier, dan suatu titik ketika individu berusaha meneruskan suatu yang berarti pada generasi berikutnya.

GANGGUAN TIC

A.Pengertian
Tic adalah suatu gerakan motorik (yang lazimnya mencakup suatu kelompok otot khas tertentu) yang tidak di bawah pengendalian, berlangsung cepat, dan berulang-ulang, tidak berirama, ataupun suatu hasil vocal yang timbul mendadakdan tidak memiliki tujuan yang nyata. Tic terbagi menjadi tic motorik dan tic vocal. Tic jenis motorik dan jenis vocal mungkin dapat dibagi dalam golongan yang sederhana dan yang kompleks, sekalipun penggarisan batasannya kurang jelas. Tic seringkali terjadi sebagai fenomena tunggal namun tidak jarang disertai variasi gangguan emosional yang luas, khususnya, fenmena obsesi dan hipokondrik. Namun ada pula beberapa hambatan perkembangan khas disertai “tic”. Tiidak terdapat garis pemisahyang jellas antara gangguan “Tic” dengan berbagai gangguan emosional dan gangguan emosional disertai “tic”. Diagnosisnya mencerminkan gangguan utamanya.
B.Kriteria menurut DSM IV TR ·Baik beberapa motor dan satu atau lebih vokal tics telah hadir di beberapa waktu selama sak…

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECEMASAN

Sumber kecemasan yang bersifat internal berasal dari dalam diri individu, tidak memiliki keyakinan akan kemampuan diri dapat menimbulkan kecemasan. Sedangkan sumber kecemasan yang bersifat eksternal berasal dari lingkungan. Perubahan yang terjadi pada lingkungan terjadi secara cepat dapat menimbulkan rasa ketidaknyamanan dalam diri individu, hal inilah yang dapat memicu timbulnya kecemasan.